AS Setujui Penjualan Senjata Rp88 Triliun ke Arab Saudi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Sep 2026, 16:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Bendera Arab Saudi Bendera Arab Saudi (Arab News)

Ntvnews.id, Washington D.C - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan sejumlah peralatan militer kepada Arab Saudi dengan nilai mencapai US$5 miliar atau sekitar Rp88 triliun. Paket tersebut mencakup bom, sistem pemandu, serta berbagai perlengkapan militer lainnya.

"Penjualan yang diusulkan ini akan meningkatkan kemampuan pertahanan udara Arab Saudi untuk melawan ancaman regional saat ini dan di masa mendatang, memperkuat pertahanan dalam negerinya, dan meningkatkan interoperabilitas dengan sistem yang dioperasikan oleh pasukan AS dan mitra kawasan Teluk lainnya," kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan, dilansir dari, Sabtu, 5 September 2026.

Departemen Luar Negeri AS menyebut kesepakatan tersebut juga memiliki tujuan strategis bagi Washington. Penjualan tersebut akan "mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan Sekutu Utama non-NATO," kata departemen tersebut.

Selain Arab Saudi, Washington pada saat yang sama memberikan persetujuan untuk sejumlah transaksi peralatan militer bagi Oman dan Irak. Keputusan tersebut menunjukkan cakupan kerja sama pertahanan AS dengan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Untuk Oman, Departemen Luar Negeri AS menyetujui kemungkinan penjualan layanan pemeliharaan pesawat tempur F-16. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai US$188 juta.

Baca Juga: Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Kolaborasi Pembangunan Manusia

Sementara itu, Irak memperoleh persetujuan untuk kemungkinan pembelian helikopter Bell 412EPX dengan nilai sekitar US$150 juta.

Persetujuan penjualan senjata tersebut diberikan ketika ketegangan di kawasan terus meningkat, khususnya antara Arab Saudi dan kelompok pemberontak Houthi yang berbasis di Yaman.

Dalam beberapa waktu terakhir, Arab Saudi telah menghadapi ancaman serangan menggunakan drone dan rudal yang dilancarkan oleh pasukan Iran maupun kelompok Houthi yang mendapat dukungan dari Teheran. Serangan tersebut berlangsung setelah Amerika Serikat dan Israel memulai perang terhadap Iran pada awal tahun ini.

Situasi antara Washington dan Teheran juga semakin memanas. Amerika Serikat meningkatkan operasi militernya terhadap Iran setelah kembali memberlakukan blokade laut.

Dengan perkembangan tersebut, penjualan peralatan militer kepada Arab Saudi dinilai menjadi bagian dari upaya Amerika Serikat memperkuat kemampuan pertahanan sekutunya di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk dan Timur Tengah.

x|close