Menkes Ungkap 3 Dampak Abu Vulkanik, Warga Diminta Lindungi Pernapasan, Mata dan Kulit

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Sep 2026, 12:55
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BNPB)

NTVNews.id, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sebaran abu vulkanik dilaporkan telah mencapai sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung. Kondisi ini membuat pemerintah memperkuat langkah perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.

Budi mengatakan terdapat tiga bagian tubuh yang paling perlu mendapat perhatian saat terpapar abu vulkanik, yakni saluran pernapasan, mata, dan kulit.

"Abu vulkanik ini ada tiga dampaknya yang harus kita jaga. Pertama adalah kepenafasan, kedua adalah ke mata, dan yang ketiga adalah ke kulit," kata Budi dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Minggu, 6 September 2026.

Dampak pertama yang perlu diwaspadai adalah gangguan pada saluran pernapasan. Partikel abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama pada masyarakat yang berada di wilayah dengan paparan abu cukup tinggi.

Budi meminta masyarakat di daerah terdampak sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika aktivitas di luar ruangan tidak dapat dihindari, masyarakat dianjurkan menggunakan masker.

Bagi warga yang mulai mengalami gangguan pernapasan, pemerintah telah menyiapkan fasilitas kesehatan untuk memberikan penanganan. Budi menyebut peralatan seperti nebulizer dan oksigen konsentrator telah disiapkan di puskesmas.

"Kalau sudah merasa tidak enak penafasannya, segera ke pusus mas terdekat," katanya.

Selain pernapasan, mata juga menjadi bagian tubuh yang rentan terkena dampak abu vulkanik. Partikel abu yang masuk ke mata dapat menimbulkan rasa gatal, perih, hingga iritasi. Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan kacamata apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Budi juga mengingatkan masyarakat tidak mengucek mata ketika terkena abu vulkanik. Jika partikel abu masuk ke mata, masyarakat dianjurkan segera membilasnya menggunakan air secara hati-hati. Bila keluhan berlanjut, warga dapat mendatangi puskesmas terdekat.

Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan obat tetes mata di fasilitas kesehatan untuk menangani keluhan akibat paparan abu vulkanik.

Paparan abu vulkanik tidak hanya berdampak pada pernapasan dan mata, tetapi juga dapat menyebabkan gangguan pada kulit.

Masyarakat yang terpapar abu diminta segera membersihkan tubuh setelah kembali ke rumah. Proses membersihkan abu harus dilakukan secara hati-hati karena terdapat kemungkinan partikel abu memiliki permukaan yang dapat menyebabkan iritasi atau luka pada kulit.

Jika muncul keluhan seperti gatal, iritasi, atau rasa tidak nyaman pada kulit, masyarakat dapat memeriksakan diri ke puskesmas. Kemenkes juga menyiapkan salep kulit untuk membantu menangani keluhan masyarakat akibat paparan abu vulkanik.

Untuk menghadapi dampak sebaran abu vulkanik Anak Krakatau, Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center di wilayah-wilayah yang terdampak.

Kemenkes juga akan menerbitkan surat edaran berisi panduan penanganan bagi tenaga kesehatan di kabupaten dan kota yang terdampak.

Selain itu, komunikasi dan pemantauan akan dilakukan secara rutin antara pusat penanganan darurat kesehatan Kemenkes dengan dinas kesehatan di berbagai daerah.

Budi mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah selama sebaran abu vulkanik masih terjadi.

"Sekali lagi, jangan panik. Stay at home and stay healthy," tutup Budi.

x|close