Menhub Tutup 6 Bandara, Soekarno-Hatta hingga Husein Sastranegara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Sep 2026, 14:28
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan (Zoom)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengumumkan penutupan sementara enam bandara di Indonesia menyusul sebaran abu vulkanik yang mengancam keselamatan penerbangan. Hingga pukul 12.00 WIB, Bandara Husein Sastranegara di Bandung menjadi bandara terbaru yang dinyatakan berhenti beroperasi.

Dalam keterangan resminya, Menhub Dudy menyampaikan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil tes lapangan dan koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari BMKG dan hasil tes di lapangan pada pukul 12.00 WIB, Bandara Husein Sastranegara di Bandung terindikasi sudah terdampak abu vulkanik, sehingga kami nyatakan ditutup untuk penerbangan," ujar Dudy, 6 September 2026.

Sebelumnya, pada pukul 09.30 WIB, Kementerian Perhubungan telah lebih dulu menutup lima bandara lainnya, yaitu:

1. Bandara Radin Inten II (Lampung)

2. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang/Jakarta)

3. Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)

4. Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan)

5. Bandara Budiarto Curug (Tangerang)

Menhub menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh maskapai penerbangan untuk mengedepankan aspek keselamatan dan tidak memaksakan operasional jika kondisi tidak memungkinkan. 

Terkait pelayanan penumpang, Dudy meminta maskapai segera memberikan informasi pembatalan jadwal secara proaktif melalui surat elektronik (email) maupun pesan singkat. Hal ini bertujuan agar penumpang tidak perlu datang dan menumpuk di bandara.

"Kami meminta pihak airlines menyegerakan informasi pembatalan kepada penumpang. Penumpang tidak perlu datang ke bandara. Proses pembatalan atau refund dapat dilakukan secara elektronik," tegasnya.

Selain itu, sejalan dengan arahan Menteri Kesehatan, Menhub juga mengimbau penyediaan masker bagi penumpang yang terdampak guna menjaga kondisi kesehatan dari paparan abu vulkanik.

Terkait jalur laut, Menhub melaporkan bahwa operasional penyeberangan di Selat Sunda saat ini terpantau masih berjalan normal dan tidak terlalu terdampak secara signifikan. Meski demikian, otoritas pelabuhan dan operator penyeberangan tetap diminta waspada.

"Untuk penyeberangan di Selat Sunda khususnya, saat ini secara operasional masih bisa dilakukan. Namun, kami selalu mengimbau otoritas pelabuhan dan operator untuk senantiasa mewaspadai update informasi terkini. Jangan memaksakan jika kondisi memburuk," tambah Dudy.

x|close