Ntvnews.id, Tepi Barat - Pasukan militer Israel melakukan penggerebekan terhadap dua sekolah di Provinsi Nablus, Tepi Barat, pada Minggu, 6 September 2026. Aksi tersebut berlangsung bertepatan dengan hari pertama dimulainya tahun ajaran 2026-2027.
Berdasarkan keterangan sejumlah sumber lokal, tentara Israel memasuki kompleks Huwwara Boys Secondary School yang berada di wilayah selatan Nablus. Dalam penggerebekan itu, pasukan dilaporkan mengintimidasi pihak administrasi sekolah dan meminta agar bendera Palestina yang berada di area sekolah diturunkan.
Dikutip dari Anadolu Agency, Senin, 7 September 2026, pasukan Israel lainnya juga mendatangi kompleks Burqa Boys Secondary School di bagian barat laut Nablus. Hingga laporan tersebut disampaikan, tidak terdapat informasi mengenai korban luka ataupun penangkapan dalam operasi tersebut.
Penggerebekan kedua sekolah itu berlangsung ketika tahun ajaran baru 2026-2027 resmi dimulai. Pada hari tersebut, ratusan ribu pelajar di wilayah Tepi Barat kembali menjalani aktivitas pendidikan di sekolah masing-masing.
Baca Juga: PBB: Kekerasan Pemukim dan Pasukan Israel di Tepi Barat Semakin Memburuk
Data pendidikan setempat mencatat sebanyak 846.289 siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru. Mereka tersebar di 2.537 sekolah yang dikelola oleh pemerintah, pihak swasta, maupun badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Untuk mendukung proses pendidikan tersebut, sekitar 54.000 guru telah dijadwalkan mengajar di berbagai sekolah yang tersebar di wilayah Tepi Barat.
Penggerebekan yang berlangsung pada awal tahun ajaran tersebut menambah perhatian terhadap kondisi pendidikan di Tepi Barat, yang selama ini turut terdampak oleh ketegangan dan operasi militer Israel di wilayah Palestina.
Anggota pasukan Israel terlihat selama operasi militer di Ramallah, Tepi Barat tengah, 16 September 2025. (ANTARA/Ayman Nobani/Xinhua.) (Antara)