Iran Klaim Serang Kapal Induk AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 06:48
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Rudal Zolfaghar dan Qadr, serta model logam kapal selam mini, dipamerkan di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026, di tengah kian memanasnya aksi saling serang antara Iran dan AS yang dipicu oleh jalur pelayaran paralel di Selat Hormuz. Rudal Zolfaghar dan Qadr, serta model logam kapal selam mini, dipamerkan di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026, di tengah kian memanasnya aksi saling serang antara Iran dan AS yang dipicu oleh jalur pelayaran paralel di Selat Hormuz. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangan rudal balistik yang menyasar kapal induk Amerika Serikat (AS) pada Minggu, 6 September 2026.

Dilansir dari Anadolu, Senin, 7 September 2026, IRGC menyatakan serangan tersebut juga diarahkan kepada sebuah kapal perusak milik Angkatan Laut AS. Iran mengklaim kedua kapal perang itu mengalami kerusakan dan kemudian meninggalkan wilayah pertempuran.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui kantor berita Iran IRNA, IRGC menyebut Pasukan Dirgantaranya telah menembakkan rudal ke arah dua kapal perang AS tersebut.

Menurut IRGC, kedua kapal itu sebelumnya disebut melakukan gangguan terhadap kapal-kapal Iran dan terlibat dalam upaya blokade maritim. Setelah menjadi sasaran serangan, keduanya diklaim meninggalkan “area pertempuran” karena mengalami kerusakan.

IRGC juga menyatakan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengakui dua kapal perang Angkatan Laut AS menjadi sasaran serangan rudal. Iran menyebut keterangan tersebut sebagai konfirmasi terhadap operasi militernya.

Baca Juga: Tak Peduli Peringatan AS, Rusia Bantu Iran Kembangkan Rudal Supersonik

Namun, pernyataan IRGC tersebut bertolak belakang dengan informasi yang disampaikan CENTCOM.

CENTCOM mengakui bahwa Iran memang meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal perang Angkatan Laut AS yang tengah menjalankan patroli di perairan kawasan tersebut. Akan tetapi, CENTCOM menyatakan kedua kapal berhasil menghindari serangan dan tidak ada anggota militer AS yang mengalami luka.

Hingga kini, pihak AS belum memberikan konfirmasi mengenai klaim Iran yang menyebut kedua kapal perang tersebut mengalami kerusakan.

IRGC memperingatkan bahwa apabila operasi militer AS terus berlanjut, angkatan bersenjata Iran akan memberikan respons yang lebih keras.

Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) di Selat Hormuz. /ANTARA/Xinhua/aa. <b>(Antara)</b> Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) di Selat Hormuz. /ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)

Sehari sebelumnya, Angkatan Laut IRGC juga mengklaim telah menyerang tiga kapal tanker minyak yang berada di Selat Hormuz serta tiga kapal lain yang disebut memiliki keterkaitan dengan AS di wilayah berbeda.

IRGC menyatakan tindakan tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan AS yang sebelumnya menyasar kapal-kapal tanker milik Iran.

Ketegangan antara Washington dan Teheran masih terus meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran pada Februari.

Konflik tersebut turut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz. Jalur perairan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi salah satu rute utama perdagangan energi dunia.

x|close