Ntvnews.id, Jakarta -Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah melanda 72.008 hektare lahan gambut di enam provinsi. Dari total area terdampak tersebut, seluas 71.274,29 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa enam wilayah yang memiliki lahan gambut terdampak meliputi Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.
“Untuk provinsi yang lahan gambut, Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, itu yang terbakar 72.008 hektare. Kemudian yang berhasil dipadamkan 71.274,29 hektare,” kata Suharyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (7/9).
Merujuk pada data tersebut, saat ini tersisa sekitar 734,81 hektare lahan gambut yang masih terbakar dan berada dalam penanganan intensif tim gabungan di lapangan.
Suharyanto menggarisbawahi bahwa angka luasan tersebut masih dinamis. Karakteristik khas tanah gambut membuat sisa bara di bawah permukaan tanah berpotensi memicu munculnya titik api baru meski area atasnya tampak sudah padam.
“Karena sifatnya lahan gambut, nanti ketahuannya setelah sebagian dipadamkan dilakukan lagi patroli dari hasil satelit pemerintah, Kementerian Kehutanan, dan BNPB,” ujar Suharyanto.
Guna mengantisipasi hal itu, pengawasan terus diperketat melalui kombinasi patroli udara dan darat yang memandu pergerakan petugas berdasarkan indikasi titik panas (hotspot) hasil pemantauan satelit.
Di samping wilayah gambut, BNPB turut memetakan kebakaran di sejumlah kawasan non-gambut. Beberapa titik lokasi yang mencatatkan insiden kebakaran mencakup kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur seluas 4.458 hektare, area Gunung Ijen (2,5 hektare) dan Gunung Butak (16,5 hektare) di Jawa Timur, serta lahan seluas 223,5 hektare di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, yang seluruhnya telah dipadamkan.
Baca Juga: BNPB Sudah Lapor Presiden Soal Abu Vulkanik
Sementara itu, kebakaran juga melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Solo dengan luas area terdampak mencapai 4,6 hektare. Hingga kini, proses pemadaman di TPA tersebut masih terus berlangsung.
Suharyanto mengungkapkan bahwa penanganan karhutla pada area non-gambut secara teknis relatif lebih mudah dikendalikan ketimbang lahan gambut. Sifat api pada gambut yang sanggup bertahan dan menjalar klandestin di bawah permukaan tanah menuntut BNPB beserta jajaran terkait untuk menyiagakan patroli berkelanjutan demi mendeteksi kemunculan bara api secara dini.
(Sumber: Antara)
Petugas BPBD Kabupaten Banjar berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026) (Antara)