Koster Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Ganggu Penerbangan Internasional Bali

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 16:20
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Gubernur Bali Wayan Koster pastikan pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau tak pengaruhi penerbangan internasional, Denpasar, Senin, 7 September 2026. Gubernur Bali Wayan Koster pastikan pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau tak pengaruhi penerbangan internasional, Denpasar, Senin, 7 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster memastikan gangguan penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai akibat erupsi Gunung Anak Krakatau tidak memengaruhi penerbangan internasional dari maupun menuju Bali.

"Kalau yang berkaitan dengan penerbangan internasional yang ke Bali, sama sekali tidak ada gangguan, tetap berjalan lancar jadi tidak ada masalah," ucap Koster usai Sidang Paripurna DPRD Bali di Denpasar, Senin, 7 September 2026.

Menurut Koster, gangguan yang terjadi saat ini lebih banyak dirasakan pada penerbangan domestik. Kondisi itu berkaitan dengan ditutup sementaranya Bandara Soekarno-Hatta, yang menjadi salah satu titik utama pergerakan penumpang menuju Bali.

Penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik turut menghentikan sementara penerbangan dari dan menuju Jakarta. Dampaknya juga dirasakan oleh penerbangan dari sejumlah daerah lain yang memiliki konektivitas melalui Jakarta.

Baca Juga624 Penerbangan di Soetta Tertunda Akibat Abu Erupsi Anak Krakatau

Koster menambahkan bahwa calon penumpang yang terdampak gangguan penerbangan di Bali telah mendapatkan penanganan dari pengelola bandara dan maskapai.

"Sudah ditangani oleh pihak Angkasa Pura dan kemudian ada pengembalian dana tiket, dan penumpang sangat memahami situasi karena ini ada peristiwa alam, tidak bisa balik jadi menambah hari untuk menginap," ujar Gubernur Koster.

Karena jalur penerbangan internasional tetap berjalan, Koster menilai aktivitas vulkanik di Selat Sunda belum memberikan pengaruh terhadap sektor pariwisata Bali. Menurut dia, tren kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata masih menunjukkan kondisi positif.

Meski begitu, dampak gangguan penerbangan terlihat cukup besar pada kunjungan wisatawan domestik. Pasalnya, penerbangan dari Jakarta selama ini menjadi salah satu jalur utama kedatangan wisatawan domestik ke Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Baca JugaAHY Minta Moda Transportasi Darat dan Laut Siap Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau

"Kalau yang domestik tentu saja ini terganggu, kan penerbangan ke Bali ini paling banyak dari Jakarta, ini sejak kemarin tapi hari ini saya belum cek, kemarin itu praktis mengalami penurunan jauh karena situasi normal sekitar 12 sampai 16 ribu orang domestik per hari,” kata dia.

Di sisi transportasi darat, Pemerintah Provinsi Bali juga memantau kemungkinan meningkatnya perpindahan penumpang akibat gangguan penerbangan. Namun, kondisi antrean di jalur Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk disebut bukan semata-mata akibat pengalihan arus tersebut.

Koster menjelaskan, antrean juga berkaitan dengan pekerjaan perluasan dermaga di Ketapang yang dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2027.

"Yang di Gilimanuk, itu saya sudah koordinasi dengan Kementerian Perhubungan memang ada pekerjaan di Ketapang, sehingga tentu saja ada pekerjaan fisik ada gangguan rute pasti tapi sudah berkurang masih kira-kira 4-5 km,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Bali berharap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau segera mereda agar kondisi penerbangan dan mobilitas masyarakat dapat kembali normal.

Berdasarkan data Bandara I Gusti Ngurah Rai, sejak Minggu, 6 September 2026 hingga Senin, 7 September 2026 siang, sedikitnya 108 penerbangan terdampak akibat pembatalan dan perubahan waktu penerbangan. Gangguan tersebut terutama terjadi pada konektivitas udara antara Bali dan sejumlah wilayah penting di Pulau Jawa.

(Sumber: Antara)

x|close