Ntvnews.id, Jakarta - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M., menjadi tuan rumah The 36th Presidents of Law Associations in Asia (POLA) Summit, yang berlangsung pada 7–8 September 2026 di Pullman Jakarta Indonesia. Tahun 2007, Peradi juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan POLA Summit.
Mengusung tema “Criminal Law in Transition: Indonesia’s New Code and Global Perspectives,” POLA Summit ke-36 mempertemukan para pimpinan dan perwakilan organisasi advokat dari berbagai negara untuk bertukar perspektif mengenai perkembangan hukum pidana di masing-masing yurisdiksi, tantangan penegakan hukum lintas negara, serta peran profesi advokat di tengah perubahan hukum dan perkembangan global.
“Persoalan hukum saat ini semakin sering melampaui batas negara. Kita mungkin memiliki sistem dan tradisi hukum yang berbeda, tetapi banyak tantangan yang kita hadapi semakin serupa. Melalui POLA, kita dapat saling belajar dari pengalaman masing-masing dan memperkuat kerja sama antarorganisasi advokat di Asia,” ujar Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M., Ketua Umum DPN Peradi sekaligus Presiden POLA, Senin, 7 September 2026.
Baca Juga: Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah soal Penetapan Tersangka
Sekitar 50 delegasi menghadiri pertemuan ini, yang terdiri dari organisasi advokat anggota POLA serta sejumlah organisasi internasional sebagai observer, termasuk IBA, IPBA, LAWASIA, UIA, dan BRILSA. Kehadiran berbagai organisasi tersebut mencerminkan pentingnya dialog dan kerja sama antarprofesi hukum dalam menghadapi persoalan yang semakin melampaui batas yurisdiksi.
Acara dibuka dengan sambutan Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M., selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Peradi sekaligus Presiden POLA. Keynote speech disampaikan oleh Yang Mulia Dr. H. Prim Haryadi, S.H., M.H., selaku Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung Republik Indonesia; serta Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
Selama dua hari, para delegasi membahas empat isu utama: Corporate Criminal Liability in the Modern Business Era; Addressing Cybercrime and Emerging Offences in the Digital Age; Transnational in Banking Crime; dan Enforcement of Transnational Criminal Law.
Diskusi tersebut dipandu oleh moderator dari Peradi, yaitu Yakup Hasibuan, S.H., LL.M., Wakil Sekretaris Jenderal DPN Peradi; Antonius Tigor Sibarani, S.H., LL.M., Ketua Bidang Kerja Sama Internasional Komite Advokat Muda Peradi (YLC Peradi); Adam Soroinda Nasution, S.H., Sekretaris Jenderal YLC Peradi; serta Rima Gravianty Baskoro, S.H., MPPM., ACIArb., Sekretaris Bidang Kerja Sama Internasional DPN Peradi.
Panel juga menghadirkan praktisi hukum senior dan perwakilan institusi Indonesia, yaitu Johannes Sahetapy-Engel, S.H., M.H., Pengacara Korporasi Senior dan Founding Partner AKSET Law; Hendronoto Soesabdo, S.H., LL.M., Founding Partner AFHS Law Firm; Almaida Askandar, S.H., MBA, Managing Partner IABF Law Group; serta Andy Bernard Desman, S.H., M.H., Jaksa Madya pada Direktorat Penuntutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.
Pimpinan Organisasi Advokat Asia Berkumpul di Jakarta
POLA Summit ke-36 menghadirkan pimpinan dan perwakilan organisasi advokat dari berbagai yurisdiksi di Asia, antara lain Tan Cheng Han, S.C., President of The Law Society of Singapore; Gao Zicheng, President of All China Lawyers Association; Prashant Kumar, President of The Bar Association of India; Tania Wolff, President of Law Council of Australia; Allan G. Panolong, President of the Integrated Bar of the Philippines; Anand Raj, President of Malaysian Bar; Datuk Mohamed Nazim Maduarin, JP, President of Sabah Law Society; Charles Chan, S.C., Bar Council Member of Hong Kong Bar Association; Koji Yoshizawa, Vice President of Japan Federation of Bar Associations; Vincent Tsai, Vice President of Taiwan Bar Association; Roden Tong, President of The Law Society of Hong Kong; serta Bun Navina, Deputy Secretary-General of Bar Association of the Kingdom of Cambodia.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para delegasi juga melakukan kunjungan ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia, dan diterima oleh Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), Prof. (H.C.) Dr. R. Narendra Jatna, S.H., LL.M.
Adapun salah satu agenda utama adalah Presidents’ Summit, sebuah forum yang mempertemukan para pimpinan organisasi advokat untuk berbagi perkembangan dari masing-masing yurisdiksi.
Dalam forum tersebut, masing-masing organisasi menyampaikan Country Report yang memberikan gambaran mengenai kondisi dan perkembangan profesi advokat, isu hukum yang sedang berkembang, serta tantangan yang dihadapi profesi di negara masing-masing.
Pertukaran ini menjadi penting karena meskipun setiap negara memiliki sistem dan tradisi hukum yang berbeda, berbagai tantangan yang dihadapi profesi advokat kini semakin saling berkaitan.
Melalui POLA Summit ke-36, Peradi berharap hubungan antarorganisasi advokat di Asia semakin kuat, tidak hanya melalui pertemuan formal, tetapi juga melalui pertukaran pengalaman, perspektif dan praktik terbaik yang dapat dilanjutkan dalam kerja sama konkret di masa mendatang.
Forum ini sekaligus membuka ruang bagi profesi advokat di kawasan Asia untuk terus berdialog mengenai perkembangan hukum pidana, kejahatan lintas negara, serta berbagai tantangan hukum yang muncul seiring dengan perubahan teknologi, ekonomi dan hubungan lintas yurisdiksi.
Penyelenggaraan The 36th Presidents of Law Associations in Asia (POLA) Summit di Jakarta dikoordinasikan oleh Bidang Kerja Sama Internasional DPN Peradi, yang diketuai oleh Lia Alizia, S.H.
The 36th Presidents of Law Associations in Asia (POLA) Summit.