Ntvnews.id, Beirut - Sebanyak 11 warga Palestina, termasuk dua bayi dan dua petugas medis, tewas dalam serangan udara Israel di Kota Kfar Rumman, Lebanon selatan, pada Minggu, 6 September 2026 malam. Lima orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan sembilan orang tewas dan lima lainnya terluka setelah pesawat tempur Israel menyerang sebuah bangunan tempat tinggal tiga lantai milik Dani Farhat. Serangan tersebut terjadi setelah tengah malam di sekitar bundaran "Komunis" di Kfar Rumman.
Tim penyelamat dari sejumlah organisasi kesehatan segera mendatangi lokasi untuk mengevakuasi korban. Sebanyak sembilan jasad, termasuk dua bayi, berhasil dievakuasi dari bangunan yang hancur akibat serangan tersebut.
Baca Juga: Angka Korban Tewas Serangan Israel di Gaza Tembus 73.381 Orang
Orang-orang ikut serta dalam sebuah aksi unjuk rasa untuk memprotes rencana Israel atas pemindahan paksa di Kota Gaza, Palestina, Kamis (23/7/2026) (Antara)
Selain bangunan tempat tinggal, pesawat nirawak Israel juga menargetkan sebuah kendaraan sipil. Serangan itu menewaskan dua petugas medis, yakni Ali Shahrour dan Hadi Farhat, yang berada di dalam kendaraan.
Serangan Israel juga menyasar Kota Nabatieh al-Fawqa dan Arab Salim. Dalam serangan tersebut, sebuah rumah milik warga bernama Musa Sharara dilaporkan hancur.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Warga yang membawa bendera dan poster Hizbullah berkumpul untuk menghadiri upacara pemakaman anggota Hizbullah yang tewas dalam serangan Israel di Lebanon selatan, di Nabatieh, Lebanon, pada 21 April 2026 (Antara)