Ntvnews.id, Jakarta - Harga tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan berpeluang mengalami kenaikan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini masih mengkaji besaran tarif baru untuk salah satu destinasi wisata tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan dirinya telah menerima sejumlah masukan terkait rencana penyesuaian tarif. Salah satu usulan yang mencuat yakni menaikkan harga tiket menjadi Rp10.000 per orang. Meski demikian, ia belum menetapkan besaran tarif baru tersebut.
"Jadi tiket Ragunan segera akan saya putuskan, memang belum diputuskan. Tetapi usulan Rp10.000 itu ada, bahwasanya segera akan diputuskan," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, dikutip Selasa, 8 September 2026.
Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya menilai bahwa tarif masuk Ragunan saat ini sudah tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat Jakarta.
Saat ini, pengunjung dewasa dikenakan tiket sebesar Rp4.000, sedangkan anak-anak sebesar Rp3.000.
Dimaz mengatakan tarif tersebut telah bertahan selama sekitar 20 tahun tanpa mengalami kenaikan. Di sisi lain, pendapatan masyarakat dan kondisi perekonomian Jakarta terus mengalami perubahan.
Baca Juga: Pramono Soroti Peran Pers Kawal Pembangunan Jakarta
Sejumlah pengunjung melihat satwa pelikan di Taman Margasatwa Ragunan. (Antara)
"Sudah 20 tahun tidak pernah naik. Sementara, kondisi ekonomi dan pendapatan masyarakat Jakarta terus meningkat," kata Dimaz dikutip dari Antara.
Atas pertimbangan tersebut, Komisi C DPRD DKI Jakarta mendorong adanya evaluasi tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan. Angka Rp10.000 dinilai masih berada dalam batas wajar dan relatif terjangkau bagi masyarakat jika dibandingkan dengan harga tiket sejumlah destinasi wisata lainnya di Jakarta.
"Tarif sekarang paling mahal Rp4.000, rencana akan dinaikkan menjadi Rp10.000, tetapi masih terus kami kaji perihal angka," ujarnya.
Sementara, anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth sebelumnya juga menilai penyesuaian tarif diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas Taman Margasatwa Ragunan.
Menurutnya, tambahan pendapatan dari tiket dapat diarahkan untuk memperbaiki berbagai sarana dan prasarana, termasuk aspek keamanan kandang satwa. Ia menilai masih terdapat sejumlah kandang yang perlu mendapat perhatian dari sisi standar keamanan.
"Kami berharap standar keamanan bisa ditingkatkan seiring penyesuaian tarif," tuturnya.
Selain peningkatan fasilitas, penyesuaian tiket Ragunan juga dikaitkan dengan upaya mengurangi ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Kenneth mengatakan saat ini sebagian besar biaya operasional Taman Margasatwa Ragunan masih ditanggung APBD. Bahkan, porsinya disebut mencapai sekitar 70 persen.
"Harapan kami, dengan adanya peningkatan tarif ini, Taman Margasatwa Ragunan bisa mandiri secara finansial. Efisiensi pada anggaran APBD nantinya bisa digunakan untuk program lain yang lebih membutuhkan," ungkapnya.
Ragunan (Instagram @ragunanzoo)