Bandara Wunopito Ditutup Gegara Abu Vulkanik Lewotolok

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Sep 2026, 13:12
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Petugas AirNav Indonesia saat menantau aktivitas penerbangan di area Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Petugas AirNav Indonesia saat menantau aktivitas penerbangan di area Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (Antara)

Ntvnews.id, Tangerang - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia mengeluarkan notice to airmen (NOTAM) mengenai penutupan sementara Bandara Wunopito, Lewoleba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penutupan dilakukan setelah wilayah tersebut terdampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotolok.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro mengatakan dalam keterangan tertulis di Tangerang, Selasa, 8 September 2026, bahwa Bandara Wunopito (WATW) dinyatakan CLOSED berdasarkan NOTAM C1134/26 NOTAMR C1106/26. Penutupan operasional penerbangan tersebut dimulai pukul 07.01 WIB pada 8 September 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga pukul 06.00 WIB pada 9 September 2026.

"Dalam NOTAM tersebut disebutkan penutupan dilakukan karena abu vulkanik Gunung Lewotolok," ujar dia.

Hermana menjelaskan keputusan tersebut diambil ketika aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok masih berlangsung. Pada 8 September 2026 pukul 06.35 WITA, gunung api itu kembali mengalami erupsi. Kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak dan bergerak ke arah barat.

Baca JugaAirNav Jamin Navigasi Udara di Sumatera, Penyaluran Bantuan Tanpa Gangguan

"Kendati demikian, sebaran abu vulkanik menjadi perhatian dalam operasional penerbangan karena dapat memengaruhi keselamatan penerbangan apabila berada di wilayah penerbangan," katanya menjelaskan.

AirNav Indonesia terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Ili Lewotolok dan pergerakan sebaran abu vulkanik di wilayah tersebut. Informasi mengenai kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penyampaian informasi aeronautika serta evaluasi terhadap operasional penerbangan.

"Pembaruan informasi aeronautika akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan," ujar dia.

Untuk memastikan informasi terkait ruang udara dan kondisi operasional penerbangan tetap diperbarui, AirNav Indonesia juga melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Baca JugaBAZNAS Bersama Airnav Beri Khitan Massal untuk Anak Kurang Mampu di Tangerang

"Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya AirNav Indonesia dalam memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan," kata dia.

(Sumber: Antara)

x|close