Kapal Induk TNI AL Giuseppe Garibaldi Bakal Tangani Karhutla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Sep 2026, 19:25
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Helikopter H-3218 milik TNI AU melakukan praktik take off dan landing menggunakan helideck simulator dan replika flight deck Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Jawa Timur. Latihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian integrasi yang digelar TNI AL, AD dan AU du Surabaya sejak Selasa, 25 Agustus 2026, hingga Rabu, 26 Agustus 2026 Helikopter H-3218 milik TNI AU melakukan praktik take off dan landing menggunakan helideck simulator dan replika flight deck Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Jawa Timur. Latihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian integrasi yang digelar TNI AL, AD dan AU du Surabaya sejak Selasa, 25 Agustus 2026, hingga Rabu, 26 Agustus 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - TNI Angkatan Laut (TNI AL) memastikan kapal induk Giuseppe Garibaldi akan segera dimanfaatkan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setibanya kapal tersebut di Indonesia.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan kapal buatan Italia itu akan difungsikan sebagai kapal induk yang dapat mengoperasikan helikopter dan drone untuk membantu pemadaman karhutla.

"Garibaldi direncanakan akan tiba di Indonesia dan akan menjadi kapal induk untuk helikopter dan drone yang bisa menampung helikopter kelas menengah yang bisa mengangkut 4-5 ton air. Jadi harapannya bisa segera merapat ke titik api dan membantu penanggulangan karhutla secara cepat," kata Tunggul saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Tunggul tidak merinci persiapan awak maupun peralatan yang akan dibawa untuk mendukung misi penanganan karhutla. Namun, dia memastikan pengerahan kapal akan dilakukan setelah Giuseppe Garibaldi tiba di Indonesia.

"Saat ini posisi Garibaldi sudah berada di Laut Arab, rencananya apabila tidak ada kendala akan tiba ke tanah air pada 17 September 2026.

Baca Juga: BNPB Komitmen Lanjutkan Operasi Pemadaman Karhutla Sampai Musim Hujan Datang

Ilustrasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi <b>(Antara)</b> Ilustrasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi (Antara)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa kapal induk asal Italia tersebut akan masuk ke jajaran TNI Angkatan Laut dan dimodifikasi untuk mendukung pengoperasian helikopter serta drone.

Rencana itu disampaikan Prabowo ketika memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana melalui konferensi video di Jakarta, Senin, 7 September 2026.

"Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita. Itu kita akan refurbish, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk drone," jelas Presiden Prabowo dipantau melalui siaran langsung Sekretariat Presiden.

Menurut Prabowo, kapal tersebut nantinya dapat menampung hingga 10 helikopter kelas menengah. Helikopter yang digunakan memiliki kemampuan seperti Black Hawk dan Mi-17, yang rata-rata mampu membawa sekitar 4-5 ton air.

Kapasitas tersebut dinilai dapat mempercepat respons penanganan karhutla, khususnya ketika titik api tersebar dalam jumlah besar.

"Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak. Ini juga akan sangat membantu respons kita," kata Presiden Prabowo.

Prabowo menegaskan pengadaan dan pemanfaatan sarana tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Baca Juga: BNPB Komitmen Lanjutkan Operasi Pemadaman Karhutla Sampai Musim Hujan Datang

Dia menilai berbagai peralatan penanganan bencana perlu dipersiapkan sebelum kondisi darurat terjadi agar pemerintah dapat memberikan respons secara cepat.

"Jadi kita persiapan mengatasi mitigasi, jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya harus kita siapkan," ujar Presiden Prabowo.

(Sumber: Antara)

x|close