Kemendikdasmen Catat Kenaikan Skor PISA Indonesia pada Literasi dan Sains

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Sep 2026, 22:29
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengumumkan hasil PISA 2025 dalam kegiatan Temu Media Perilisan dan Tindak Lanjut Hasil PISA 2025 di Gedung E Kemendikdasmen, Jakarta Pusat Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengumumkan hasil PISA 2025 dalam kegiatan Temu Media Perilisan dan Tindak Lanjut Hasil PISA 2025 di Gedung E Kemendikdasmen, Jakarta Pusat (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat peningkatan skor Indonesia dalam dua domain Programme for International Student Assessment (PISA) 2025, yakni literasi membaca dan sains.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan capaian tersebut menunjukkan arah kebijakan pendidikan, terutama dalam penguatan literasi dan kompetensi guru, telah berada pada jalur yang tepat.

“Keberhasilan kita bukan naiknya posisi Indonesia dalam peringkat PISA, melainkan semakin naiknya kemampuan murid kita dalam bernalar, memecahkan masalah, dan belajar sepanjang hayat,” kata Toni dalam Temu Media Perilisan dan Tindak Lanjut Hasil PISA 2025 di Gedung E Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Selasa, 8 September 2026.

Toni menjelaskan peningkatan skor Indonesia terjadi ketika rata-rata skor sains, membaca, dan matematika negara-negara OECD justru menunjukkan tren penurunan dalam 25 tahun terakhir.

Pada PISA 2025, skor literasi sains Indonesia naik enam poin dari 383 pada 2022 menjadi 389. Sementara itu, skor literasi membaca juga meningkat enam poin, dari 359 menjadi 365.

Baca Juga: Kemendikdasmen Perpanjang Pendaftaran TKA untuk Tingkatkan Kesiapan Siswa Masuk PTN

Untuk matematika, Indonesia mencatat skor 364, turun dua poin dibandingkan PISA sebelumnya yang mencapai 366.

Menurut Toni, capaian tersebut juga perlu dilihat bersama dengan perkembangan Coverage Index, yakni proporsi anak berusia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal.

Pada keikutsertaan pertama Indonesia dalam PISA pada 2003, Coverage Index tercatat sebesar 0,46. Angka tersebut kemudian meningkat hampir dua kali lipat menjadi 0,90 pada PISA 2025.

“Ini menjadi bukti perluasan akses pendidikan yang signifikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk sejak Indonesia beralih penuh dari moda paper based test (PBT) ke computer based test (CBT) mulai PISA 2018,” kata Toni.

Meski demikian, Toni menilai masih terdapat tantangan untuk memastikan kebijakan pendidikan yang telah diterapkan dapat berjalan konsisten dan memberikan dampak nyata terhadap pengalaman belajar siswa di setiap kelas.

Baca Juga: Kemendikdasmen Bakal Rekrut Guru PNS Pusat untuk Sekolah Nasional Terintegrasi

Ia mengatakan Kemendikdasmen akan menindaklanjuti hasil PISA 2025 melalui sejumlah strategi untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan kompetensi peserta didik.

(Sumber: Antara)

x|close