Ntvnews.id, Jakarta - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengingatkan masyarakat yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau, Lampung, agar tetap berhati-hati meskipun fase erupsi menerus yang berlangsung selama 25 jam telah berakhir.
Tenaga Ahli Utama Bakom RI Muhamad Hidayat mengatakan kondisi masyarakat di Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, masih berjalan seperti biasa setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada 4 September 2026.
"Pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB saya berada di Pulau Sebesi melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Canti. Tepat di samping kami adalah lokasi Gunung Anak Krakatau," ujar Hidayat di lokasi pada hari ini.
Hidayat menyampaikan bahwa pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau juga telah dilakukan tim pada Senin malam dari Pulau Sebesi. Pemantauan itu dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan kondisi gunung api tersebut.
Baca Juga: AirNav Buka Lima Bandara Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Pulau Sebesi menjadi wilayah yang lokasinya paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau, dengan jarak sekitar 20 kilometer. Berdasarkan hasil pemantauan, kegiatan masyarakat setempat masih berlangsung normal, termasuk aktivitas penyeberangan menuju Pelabuhan Canti maupun perjalanan dari pelabuhan menuju Pulau Sebesi.
Meski aktivitas warga berjalan normal, pemerintah tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Penggunaan masker juga dianjurkan bagi warga yang melakukan aktivitas di luar rumah.
"Tetap menjaga kewaspadaan, itu tetap diimbau oleh pemerintah desa dan daerah," kata Hidayat.
Selain kewaspadaan terhadap kondisi gunung, masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan. Hidayat menekankan pentingnya memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
Baca Juga: Menhub: Sejumlah Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Kembali Beroperasi
"Hindari berita-berita hoaks atau disinformasi. Cek kembali informasi di kanal-kanal resmi pemerintah seperti Badan Geologi, BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah setempat," ujarnya.
Hidayat mengatakan informasi dari lembaga pemerintah yang berwenang sebaiknya dijadikan acuan utama oleh masyarakat. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah munculnya kepanikan akibat informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Ia juga berharap kondisi Gunung Anak Krakatau terus membaik sehingga masyarakat di wilayah sekitar gunung api tersebut tetap berada dalam kondisi aman dan terlindungi.
(Sumber: Antara)
Masyarakat melakukan penyeberangan di Pulau Sebesi yang berada dekat Gunung Anak Krakatau, di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Selasa, 8 September 2026. (Antara)