Pramono Belum Mau Ungkap Jadwal Peresmian LRT Velodrome-Manggarai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Sep 2026, 20:13
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

NTVNews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung belum bersedia mengungkap tanggal resmi peresmian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai. Menurutnya, jadwal tersebut sudah dikomunikasikan, tetapi pengumuman resmi baru akan disampaikan ketika hari peresmian tiba.

Pramono menyebut LRT Velodrome-Manggarai nantinya akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memilih untuk tidak lebih dulu mengumumkan waktu peresmian.

"Mengenai waktunya kapan, sebenarnya sudah ada komunikasi tetapi saya tidak mau mengumumkan dulu sampai dengan hari H yang betul-betul akan diresmikan oleh Bapak Presiden," kata Pramono di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa, 8 September 2026.

Orang nomor satu di DKI tersebut berharap, pengoperasian LRT Velodrome-Manggarai menjadi milestone baru bagi transportasi publik di Jakarta.

Girder Terakhir Terpasang, LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen <b>(LRT Jakarta)</b> Girder Terakhir Terpasang, LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen (LRT Jakarta)

Dengan hadirnya jalur tersebut, jumlah pengguna LRT diperkirakan dapat mencapai 70 ribu hingga 80 ribu penumpang setiap hari. Angka itu diharapkan terus berkembang seiring masyarakat semakin terbiasa menggunakan transportasi umum.

"Saya sungguh berharap bahwa peresmian ini akan membuat yang saya sebut dengan milestone baru transportasi di Jakarta karena kurang lebih akan ada yang diangkut setiap hari antara 70 sampai 80 ribu penumpang," ungkapnya.

Layanan LRT disebut akan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 00.00 WIB, mengikuti pola waktu operasional kereta rel listrik (KRL). Menurut Pramono, jam layanan tersebut menjadi salah satu pembeda LRT dengan sejumlah moda transportasi publik lainnya di Jakarta.

"Itulah yang membedakan dari transportasi publik lainnya yang dimiliki oleh Jakarta. Dan saya berharap ini akan menjadi dan mengurangi beban kemacetan yang ada," ungkapnya.

Peresmian LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Ditunda

Halte LRT Manggarai <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Halte LRT Manggarai (NTVNews.id/Adiansyah)

Sebelumnya, peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai yang semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, tetapi mendadak ditunda.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan bahwa penundaan tersebut tidak mengubah agenda pengoperasian maupun pengembangan LRT Jakarta. Peresmian akan dijadwalkan kembali setelah sejumlah penyempurnaan fasilitas dan layanan rampung dilakukan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi mengatakan keputusan penjadwalan ulang diambil setelah Pemprov DKI melakukan evaluasi akhir terhadap rangkaian persiapan peresmian.

"Setelah melakukan evaluasi akhir terhadap keseluruhan pelaksanaan kegiatan, Pemprov DKI memutuskan untuk menjadwalkan ulang peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai. Kami ingin peresmian dilaksanakan setelah penyempurnaan sejumlah detail pada fasilitas,” kata Marulina di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Sempat Diusulkan Diresmikan 26 Agustus

Sebelumnya, Pramono Anung memang menyebut Pemprov DKI mengusulkan peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai dilakukan pada 26 Agustus 2026. Namun, waktu pelaksanaan peresmian akan menyesuaikan agenda Presiden Prabowo Subianto, yang memang direncanakan meresmikan layanan tersebut.

"Mengenai peresmiannya, kami mengusulkan tanggal 26 Agustus. Waktunya tentunya mengikuti waktu Bapak Presiden Prabowo Subianto apakah pagi ataupun sore ataupun hari lain," ucapnya saat meninjau kesiapan jelang peresmian LRT Jakarta jalur Velodrome-Manggarai di halte Manggarai, Jakarta Selatan, Senin, 24 Agustus 2026.

Pramono sebelumnya juga menyebut agenda Presiden menjadi salah satu pertimbangan karena pemerintah pusat tengah menangani sejumlah persoalan, termasuk bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Prabowo Tinjau Gempa NTT

Di sisi lain, pada Rabu, 26 Agustus 2026, Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak gempa bumi di NTT.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan kunjungan dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak sekaligus mengecek langsung proses penanganan bencana.

"Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 26 Agustus 2026, untuk melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat serta memastikan penanganan bencana maupun pemenuhan kebutuhan warga di lapangan berjalan dengan baik," kata Prasetyo dalam keterangannya, Rabu, 26 Agustus 2026 pagi.

x|close