Ribuan Laporan Drone Misterius Gegerkan Eropa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 07:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera Jerman, NATO, dan Uni Eropa dikibarkan di Berlin, pada 9 Juli 2025. Arsip foto - Bendera Jerman, NATO, dan Uni Eropa dikibarkan di Berlin, pada 9 Juli 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Berlin - Ribuan laporan terkait kemunculan drone misterius sempat memicu kewaspadaan di sejumlah negara Eropa. Dugaan penampakan benda terbang tersebut dilaporkan terjadi di sekitar bandara, pangkalan militer, hingga berbagai fasilitas strategis di Denmark, Norwegia, Jerman, Belgia, Belanda, dan Swedia.

Namun, penyelidikan yang dilakukan sejumlah negara tidak menemukan bukti kuat yang dapat memastikan keberadaan drone di lokasi-lokasi tersebut. Aparat tidak menemukan puing drone, belum berhasil mengidentifikasi pelaku, maupun memperoleh bukti teknis yang menunjukkan adanya serangan menggunakan drone.

Dilansir dari DW, Rabu, 9 September 2026, Kepanikan awalnya terjadi di Bandara Kastrup, Kopenhagen, Denmark, pada 2 September tahun lalu. Seorang pegawai bandara melaporkan melihat dua benda yang diduga drone mendekati area bandara. Menurut media Denmark Frihedsbrevet, pegawai tersebut menggambarkan benda yang dilihatnya sebagai drone berukuran besar.

"Drone itu besar. Itu bukan mainan," kata karyawan tersebut kepada atasannya.

Akibat laporan tersebut, Bandara Kastrup sempat ditutup sementara. Tidak lama kemudian, laporan mengenai dugaan penampakan drone juga muncul dari Oslo, Norwegia.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen kala itu menganggap insiden tersebut sebagai ancaman serius terhadap infrastruktur vital negaranya.

"Saya hanya bisa mengatakan bahwa menurut saya ini adalah serangan serius terhadap infrastruktur penting Denmark," kata Frederiksen.

Frederiksen juga tidak mengesampingkan kemungkinan adanya keterlibatan Rusia dalam insiden tersebut. "Saya sama sekali tidak dapat menyangkal bahwa itu adalah Rusia," ujarnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store turut mengaitkan sejumlah dugaan pelanggaran wilayah udara dengan Rusia.

"Kita tidak dapat menentukan apakah ini dilakukan dengan sengaja atau karena kesalahan navigasi. Terlepas dari penyebabnya, ini tidak dapat diterima," kata Store.

Baca Juga: Iran Sebut Uni Eropa Korbankan Kedaulatan demi Dukung Sanksi AS

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen kemudian menyatakan bahwa rangkaian penampakan tersebut memperlihatkan adanya ancaman yang perlu diwaspadai Eropa.

"Jelas bahwa kita sedang menyaksikan pola perselisihan yang terus-menerus terjadi di perbatasan kita. Infrastruktur penting kita berada dalam risiko. Dan Eropa akan menanggapi ancaman ini dengan kekuatan dan tekad," kata von der Leyen.

Dugaan penampakan meluas ke berbagai negara

Laporan mengenai benda yang diduga drone terus bermunculan di berbagai wilayah Eropa. Sejumlah bandara, instalasi militer, serta fasilitas strategis dilaporkan menjadi lokasi kemunculan benda terbang yang dicurigai sebagai drone.

Berdasarkan laporan RT News, sejumlah lokasi yang dilaporkan mengalami penampakan tersebut antara lain:

  • 23 September: Bandara Aalborg, Denmark.

  • 24 September: Bandara Aalborg, Bandara Billund, Bandara Sonderborg, Esbjerg, dan Skrydstrup, Denmark.

  • 25 September: Bandara Billund, Denmark; Pabrik Thyssenkrupp, Schleswig-Holstein, Jerman; Pusat Medis Universitas Kiel, Jerman; serta Pangkalan Bundeswehr, Mecklenburg-Vorpommern, Jerman.

  • 26 September: Pangkalan Udara Karup, Pangkalan Udara Skrydstrup, serta pangkalan Resimen Jutland Dragoon, Denmark.

  • 27 September: Pangkalan Udara Utama Orland, Norwegia.

  • 28 September: Bandara Bronnoysund, Norwegia, dan Kamp Borris, Denmark.

  • 2 Oktober: Bandara Munich, Jerman, serta Pangkalan Udara Elsenborn-Butgenbach, Belgia.

  • 3 Oktober: Bandara Munich, Jerman.

  • 31 Oktober: Bandara Berlin-Brandenburg, Jerman.

  • 2 November: Bandara Bremen, Jerman, dan Pangkalan Udara Kleine Brogel, Belgia.

  • 6 November: Bandara Gothenburg, Swedia; Bandara Brussels dan Pelabuhan Antwerp, Belgia.

  • 9 November: Bandara Liege dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Doel, Belgia.

  • 22 November: Pangkalan Udara Volkel, Belanda.

  • 1 Desember: Laut Irlandia di lepas pantai Dublin, bertepatan dengan kedatangan pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky menggunakan pesawat.

Khusus di Denmark, kepolisian menerima hampir 6.000 laporan masyarakat mengenai dugaan keberadaan drone. Meski demikian, berbagai penyelidikan yang dilakukan tidak berhasil memberikan kepastian bahwa benda-benda tersebut benar-benar merupakan drone.

Penyelidik dari forum Metabunk bahkan menyimpulkan bahwa objek yang terekam di sekitar Bandara Kastrup kemungkinan bukan drone, melainkan pesawat kecil bermesin tunggal.

Kesimpulan tersebut diperkuat oleh data FlightRadar24 yang menunjukkan sebuah pesawat Socata TB-20 Trinidad melintas di atas landasan utama bandara sebanyak dua kali pada waktu yang berdekatan dengan laporan penampakan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian laporan mengenai drone misterius di Eropa masih belum dapat diverifikasi secara meyakinkan, meskipun sempat memicu kekhawatiran serius terhadap keamanan bandara dan infrastruktur strategis.

x|close