Rusia-Korea Utara Resmikan “Jembatan Cinta” Sepanjang 1 Kilometer

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 05:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Photo file: Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam kunjungan Kim ke pusat peluncuran antariksa Vostochny di Timur Jauh Rusia (13/9/2023). (ANTARA/HO-Kremlin) Photo file: Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam kunjungan Kim ke pusat peluncuran antariksa Vostochny di Timur Jauh Rusia (13/9/2023). (ANTARA/HO-Kremlin) (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Hubungan Rusia dan Korea Utara diperkirakan semakin dekat setelah kedua negara menyelesaikan pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah mereka melintasi Sungai Tumangan.

Dilansir dari NHK, Rabu, 9 September 2026, Jembatan sepanjang 1 kilometer tersebut diresmikan pada Senin, 7 September 2026, oleh Perdana Menteri Korea Utara Pak Thae Song bersama Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin. Infrastruktur baru itu diperkirakan mampu melayani lebih dari 2.000 orang setiap harinya.

Jembatan tersebut diberi nama Yakov Novichenko, yang diambil dari nama seorang perwira Tentara Merah Uni Soviet. Novichenko dikenal karena diyakini pernah menyelamatkan nyawa Kim Il Sung, pendiri Korea Utara. Sejumlah kerabat Novichenko turut menghadiri acara peresmian.

Dalam prosesi peresmian, sejumlah truk tampak melintas di atas jembatan dengan membawa dan mengibarkan bendera nasional Rusia serta Korea Utara.

Para pejabat kedua negara menyebut fasilitas penyeberangan perbatasan tersebut dapat melayani hingga 300 kendaraan dan lebih dari 2.000 orang setiap hari, seperti dikutip dari media Jepang NHK.

Baca Juga: Trump Kirim Utusan ke Moskow-Kyiv Bawa Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina

Hubungan Moskwa dan Pyongyang diketahui terus berkembang, terutama dalam kerja sama militer. Kedekatan tersebut semakin terlihat setelah Korea Utara mengirim pasukannya ke Rusia di tengah perang Rusia-Ukraina.

Jembatan jalan yang baru dibangun itu berada tidak jauh dari Jembatan Persahabatan yang telah berdiri sebelumnya. Jembatan tersebut merupakan jalur kereta api yang mulai digunakan pada 1959, beberapa tahun setelah berakhirnya Perang Korea.

Sebelum pembangunan jembatan jalan ini, Rusia dan Korea Utara sebenarnya telah memiliki jalur transportasi kereta api serta penerbangan langsung. Namun, kedua negara belum memiliki koneksi berupa jembatan jalan yang menghubungkan wilayah masing-masing.

Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin menilai pembangunan jembatan baru tersebut dapat memberikan manfaat bagi perekonomian, sektor pariwisata, hingga penciptaan lapangan pekerjaan.

"Saya yakin bahwa perluasan infrastruktur transportasi lintas batas akan memberikan dorongan kuat bagi pengembangan lebih lanjut kerja sama perdagangan, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya," kata Mishustin dalam sambutan melalui video pada upacara peresmian, dikutip kantor berita Rusia TASS.

Hubungan Rusia dan Korea Utara semakin intensif sejak Moskwa melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022. Pyongyang kemudian mengirim ribuan personel militernya ke wilayah Kursk, Rusia, untuk membantu pasukan Rusia dalam menghadapi Ukraina.

x|close