Ntvnews.id, Jakarta - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) kembali memperpanjang penutupan operasional sementara Bandara Wunopito di Lewoleba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Keputusan penutupan tersebut diambil akibat sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Lewotolok yang dinilai masih berisiko tinggi terhadap keselamatan penerbangan.
Executive Vice President (EVP) of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, mengonfirmasi perpanjangan status penutupan tersebut melalui penerbitan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) bernomor C1145/26 NOTAMR C1134/26.
"Berdasarkan pembaruan NOTAM C1145/26 NOTAMR C1134/26, Bandara Wunopito (WATW) masih berstatus CLOSED akibat abu vulkanik Gunung Lewotolok, penutupan diperpanjang mulai Rabu, 9 September 2026, pukul 07.18 WITA, hingga estimasi pukul 07.00 WITA, Kamis, 10 September 2026," ujar Hermana, 9 September 2026.
Pembaruan NOTAM ini secara resmi menggantikan NOTAM sebelumnya, yaitu C1134/26 NOTAMR C1106/26, yang menjadi pijakan acuan penutupan awal.
Sebagai penanggung jawab pelayanan navigasi penerbangan, AirNav Indonesia terus memantau secara intensif pergerakan ruang udara serta dinamika sebaran abu vulkanik dari Gunung Lewotolok. Pemantauan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya abu vulkanik terhadap mesin pesawat maupun pandangan navigasi udara.
"Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan," tegas Hermana.
Selain pemantauan independen, AirNav Indonesia mengintensifkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) penerbangan, seperti otoritas bandar udara, maskapai, dan badan meteorologi setempat. Langkah ini bertujuan agar informasi terkini mengenai kondisi keselamatan ruang udara dapat terdistribusi secara akurat dan tepat waktu kepada para pengguna jasa maupun operator penerbangan.
Penutupan sementara Bandara Wunopito ini akan terus dievaluasi secara berkala mengikuti kondisi cuaca dan aktivitas erupsi Gunung Lewotolok sebelum operasional penerbangan diputuskan untuk dibuka kembali.
Erupsi Gunung Lewotolok di Lembata, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Antara)