AS Hancurkan Lima Kapal Tanker Iran Setelah Serangan Rudal Balistik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 13:45
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. (ANTARA/Anadolu Agency/pri) Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. (ANTARA/Anadolu Agency/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut Amerika Serikat menghancurkan lima kapal pengangkut minyak mentah Iran setelah pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dua kali melancarkan serangan rudal balistik terhadap kapal perang Angkatan Laut AS dalam kurun dua hari.

Serangan terhadap kapal perang AS tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban di pihak Amerika. CENTCOM mengatakan kapal perang AS mampu menghindari serangan dan tetap menjalankan patroli di perairan kawasan.

"Kapal perang AS berhasil menghindari upaya serangan Iran tersebut dan terus berpatroli di perairan kawasan itu. Tidak ada personel Amerika yang terluka," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Selasa, 8 September 2026, memperingatkan Iran bahwa kapal tanker mereka akan kembali menjadi sasaran apabila negara tersebut berupaya menyerang kapal Angkatan Laut AS.

Baca JugaPrediksi Perang AS-Iran Bisa Berlanjut 6 Bulan Lagi

"Iran terus berusaha menyerang kapal Angkatan Laut AS, dan setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukan hal itu, mereka akan kehilangan kapal tanker. Dan menurut saya, Anda akan melihat hal itu terjadi lagi hari ini," kata Rubio kepada para wartawan saat kunjungannya ke Kolombia.

Sementara itu, kantor berita Iran Tasnim melaporkan sebuah kapal tanker mengalami serangan di sekitar area labuh jangkar Pulau Kharg. Tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh awak kapal juga disebut telah berhasil dievakuasi.

Laporan lain datang dari lembaga penyiaran negara Iran IRIB. Media tersebut menyebut dua kapal tanker minyak menjadi sasaran serangan di sekitar Pelabuhan Jask. Para awak kapal kemudian dievakuasi menuju daratan dengan menggunakan sekoci.

Baca JugaIran Siapkan Zona Terlarang di Dekat Selat Hormuz

Situasi ini berlangsung ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat, khususnya terkait dengan Selat Hormuz. Padahal, kedua negara sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang memuat rencana pembukaan kembali jalur perairan strategis tersebut sebagai bagian awal menuju kesepakatan perdamaian yang lebih luas.

(Sumber: Antara)

x|close