DPR Mau BGN Bayar Biaya RS Siswa Gangguan Ingatan Gegara MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 16:00
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa (kiri). Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa (kiri). (NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menanggung biaya pengobatan korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Terutama korban yang mengalami gangguan ingatan.

Hal ini dinyatakan Wakil Ketua DPR Saan Mustopa. Saan meminta pemerintah merespons serius kasus keracunan tersebut. Menurutnya, peristiwa itu telah masuk pada level yang memprihatinkan.

"Jadi sekali lagi apa, kami meminta agar ditangani secara serius karena ini sudah pada level yang cukup memprihatinkan ya," ujar Saan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Baginya, kasus hilang ingatan yang diduga merupakan efek keracunan, masuk dalam kasus yang cukup berisiko serta berdampak kronis.

Atas itu, Saan meminta pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) harus mengambil tindakan cepat dan serius. Ia pun mau BGN menanggung biaya pengobatan korban yang kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Nah, karena itu, terkait dengan soal pembiayaan untuk pemulihan kesehatan anak tersebut juga perlu diperhatikan dan perlu untuk ditanggung secara sungguh-sungguh juga," tutur Saan.

Diketahui, Febiona Purba (16), siswi kelas XI SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara (Sumut), kini menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUP H Adam Malik Medan. Ini terjadi setelah lebih dari tiga pekan berpindah-pindah rumah sakit guna mendapatkan perawatan.

Mulanya, Febiona mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG di sekolahnya pada 13 Agustus. Tapi, kondisi yang dialaminya kini semakin parah. Keluarga mengaku Febiona mengalami gangguan ingatan hingga kesulitan berbicara.

Menurut Humas RSUP H Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, Febiona telah tiga kali datang untuk menjalani pengobatan rawat jalan di rumah sakit.

Walau begitu, kata Rosario, tim medis belum dapat menyampaikan diagnosis maupun memastikan penyebab gangguan yang dialami Febiona.

x|close