Ntvnews.id, Lampung Selatan - Tim SAR gabungan memperluas pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat yang kehilangan kontak di perairan Selat Sunda. Penyisiran dilakukan dari sekitar Pulau Sebesi hingga kawasan Krakatau.
Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung Rezie Kuswara mengatakan operasi pencarian pada Rabu, 9 September 2026, diarahkan menyusuri jalur perairan dari Pulau Sebesi menuju kawasan Krakatau.
“Untuk hari ini kami melaksanakan penyisiran dari perairan Sebesi sampai dengan perairan Krakatau,” katanya.
Selain jalur tersebut, tim SAR turut memeriksa perairan di sekitar Pulau Krakatau Besar dan Krakatau Kecil. Petugas juga mengamati kawasan Pulau Sertung untuk mencari petunjuk yang dapat mengarah pada keberadaan korban ataupun kapal.
Baca Juga: Pencarian Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda Belum Membuahkan Hasil Hingga Rabu Sore
“Namun hasil pencarian hari ini masih nihil,” ujarnya.
Selama operasi berlangsung, tim juga memperhatikan perkembangan kondisi perairan serta aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hal ini menjadi perhatian karena gunung api tersebut masih menunjukkan aktivitas vulkanik.
Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi, meskipun intensitasnya terpantau rendah.
“Untuk kondisi situasi di sekitar Gunung Anak Krakatau masih terpantau erupsi, namun dengan intensitas kecil,” ucap dia.
Baca Juga: Hari Kedua Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Sementara itu, kepulan asap dan abu vulkanik yang terlihat dari kawasan Gunung Anak Krakatau disebut mulai berkurang dibandingkan kondisi sebelumnya.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan penyisiran di sejumlah lokasi yang dianggap berpotensi menjadi titik keberadaan kapal dan para korban. Pencarian akan dilakukan hingga keberadaan mereka mendapatkan titik terang.
Keselamatan personel tetap menjadi prioritas selama operasi, mengingat pencarian berlangsung di wilayah yang masih terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Sebelumnya, Basarnas Lampung mengerahkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk mendukung pencarian delapan orang yang berada dalam speed boat dan dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Pengerahan bantuan tersebut dilakukan setelah Basarnas Lampung menerima Rencana Operasi SAR (Renops) H.2 dari Basarnas Banten pada Rabu, 9 September 2026, sekitar pukul 00.33 WIB. Permintaan itu mencakup dukungan personel serta alat utama SAR untuk memperkuat operasi pencarian.
Delapan orang yang masih dicari terdiri atas Warta (55) sebagai kapten kapal, Surakman (60) selaku ABK, Heriyanto (49) yang bertugas sebagai pemandu, serta lima jurnalis. Kelima jurnalis tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.
(Sumber: Antara)
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap jurnalis yang hilang kontak hingga di kawasan Gunung Anak Krakatau, Rabu, 9 September 2026. (Antara)