Prabowo Kenang Satu Angkatan dengan SBY di Akmil

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Sep 2026, 03:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto di HUT Partai Demokrat Prabowo Subianto di HUT Partai Demokrat (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengenang masa pendidikannya di Akademi Militer (Akmil) bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keduanya diketahui merupakan satu angkatan, meski SBY menyelesaikan pendidikan dan lulus lebih dahulu.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam puncak perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

"Saya satu angkatan dengan Pak SBY di akmil. Masuknya satu angkatan. Keluarnya angkatan di bawahnya," kata Prabowo.

Prabowo mengungkapkan bahwa sejak menjalani pendidikan di Akmil, SBY telah menunjukkan kemampuan yang menonjol. Menurutnya, SBY termasuk taruna yang memiliki prestasi terbaik hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan lebih dahulu.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan rasa hormat karena dapat menghadiri perayaan ulang tahun ke-25 Partai Demokrat yang sekaligus menjadi momentum ulang tahun SBY yang ke-77. SBY dikenal sebagai salah satu penggagas sekaligus pendiri Partai Demokrat.

Baca Juga: AHY Tegaskan Demokrat Mau Pemerintahan Prabowo Berhasil

Prabowo kemudian mengaitkan pengalaman dirinya dan SBY sebagai prajurit TNI dengan perjalanan keduanya setelah meninggalkan dunia militer. Menurutnya, pendidikan sebagai tentara rakyat telah menanamkan nilai pengabdian kepada masyarakat.

"Bapak SBY pernah jadi jenderal, saya juga pernah, tetapi kita, TNI, yang diajarkan, yang dibesarkan, yang dibina sebagai tentara rakyat," kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan bahwa pengalaman tersebut membuat dirinya dan SBY memahami pentingnya menempatkan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama dalam menjalankan pengabdian, termasuk ketika terjun ke dunia politik.

Ia menilai SBY telah memberikan teladan dengan mengakhiri karier militernya, kemudian mendirikan partai politik dan meminta mandat langsung kepada rakyat melalui proses demokrasi.

"Kalau nyontek yang baik, boleh. Saya juga bikin partai, maju ke rakyat, minta mandat," ujar Prabowo.

Prabowo juga mengenang perjalanan politiknya yang tidak langsung berujung pada kemenangan. Ia mengaku sempat empat kali gagal mendapatkan mandat rakyat sebelum akhirnya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.

Menurut Prabowo, pengalaman tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Hal serupa juga dialami Partai Demokrat yang pernah berada dalam pemerintahan dan pada periode lainnya harus menjalankan peran sebagai kekuatan politik di luar pemerintahan.

Ia menilai perubahan posisi politik tersebut merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi Indonesia. Pergantian kekuasaan, menurutnya, semestinya tetap berlangsung dengan menjaga hubungan baik, persatuan, dan persahabatan antarkelompok politik.

x|close