Timnas E-sports Indonesia Siap Gempur Jepang di Asian Games

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Sep 2026, 17:35
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Timnas Esports Indonesia siap melaju ke Asian Games Timnas Esports Indonesia siap melaju ke Asian Games (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Pelatih Timnas E-sport Indonesia, Richard Permana, menegaskan bahwa skuadnya pantang mencari alasan meski dihadapkan pada waktu persiapan yang terbilang mepet jelang bergulirnya kejuaraan e-sport dengan tuan rumah Jepang.

Memasuki hari ke-51 Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) yang telah dimulai sejak 20 Juli lalu, Richard mengakui bahwa secara ilmu keolahragaan (sports science), waktu dua bulan tidaklah ideal untuk mencapai performa puncak atlet.

"Memang secara sports science ini tidak ideal bagaimana dua bulan kami persiapan untuk mencapai peak performance. Tapi mau bagaimanapun, kami sudah menetapkan di dalam mindset kami, kami tidak punya alasan (excuse) sama sekali," tegas Richard, 10 September 2026.

Richard Permana, Kepala Pelatih Timnas E-sport Indonesia <b>(NTVNews)</b> Richard Permana, Kepala Pelatih Timnas E-sport Indonesia (NTVNews)

Untuk memaksimalkan waktu yang tersisa, tim pelatih menerapkan deep practice conditioning. Selain itu, guna mengikis ketertinggalan dan kendala teknis, beberapa nomor pertandingan akan segera diberangkatkan ke Shanghai, China, untuk menjalani international training camp dalam waktu dekat.

Di ajang kali ini, panitia penyelenggara menetapkan total 11 nomor pertandingan. Indonesia awalnya mengajukan 9 nomor, namun satu nomor tercoret, sehingga Timnas Merah Putih dipastikan turun di 8 nomor pertandingan dengan kekuatan 33 atlet.

"Dari 8 nomor itu, 3 langsung lolos ke main event, sedangkan 5 lainnya harus berjuang via kualifikasi," papar Richard.

Tantangan yang dihadapi Timnas E-sport cukup beragam, mulai dari adaptasi game baru pilihan tuan rumah (seperti Pokemon, Gran Turismo, e-Football), game asal China (Naraka, Identity V), hingga masalah teknis jaringan.

Richard mengungkapkan, pemusatan server yang mengacu ke China membuat atlet Indonesia kerap mengalami hambatan ping (jeda waktu) sekitar 60 milidetik saat berlatih dari Tanah Air. Hal ini menjadi alasan utama pengiriman atlet ke Shanghai agar mereka terbiasa bermain tanpa lag.

Adaptasi skema permainan juga menjadi fokus. Untuk nomor PUBG Mobile, format pertandingan berubah dari 16 tim menjadi 12 tim dalam satu lobby. Hal ini sempat membuat Indonesia keteteran di hari pertama babak kualifikasi, sehingga tim pelatih kini mengkondisikan latihan khusus untuk format 12 tim.

Sementara itu, untuk Mobile Legends, para atlet harus beradaptasi kembali bermain menggunakan patch (versi pembaruan game) lama. Di nomor Honor of Kings (HOK), meski Indonesia tampil sempurna 8-0 di kualifikasi, Richard menyadari tantangan berat menanti dari sang juara bertahan China, serta Malaysia dan Thailand.

"Secara di atas kertas, (HOK) ditargetkan meraih medali perak. Namun dengan environment yang ada, anak-anak optimis bisa finis sebagai grand finalist," tambahnya.

Richard juga memprediksi persaingan ketat akan terjadi antara tuan rumah Jepang dan China. Jepang diprediksi membutuhkan 3 hingga 4 medali emas untuk menjadi juara umum.

Di sisi lain, China yang hanya turun di 4 nomor, diyakini sudah "mengunci" potensi 3 emas dari HOK, Identity V, dan Naraka, menyisakan PUBG Mobile sebagai nomor yang terbuka untuk semua negara.

Sementara itu, nomor e-Football menjadi salah satu sorotan utama Timnas Indonesia. 

"Kita harus menangin selisih gol. Misalnya game pertama Indonesia skornya 3-0, game kedua kita nggak boleh kalah 4-0. Kalau tidak, kita langsung kalah di babak grup. Perjalanan menuju emasnya very tricky," pungkasnya.

x|close