Israel Tegaskan Tak Akan Usir Warga Palestina dari Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Sep 2026, 09:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Ilustrasi kerusakan infrastruktur Jalur Gaza. Ilustrasi kerusakan infrastruktur Jalur Gaza. (Antara)

Ntvnews.id, Gaza - Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar menyatakan pemerintahnya tidak memiliki rencana untuk mengusir maupun mendeportasi warga dari Jalur Gaza. Pernyataan itu disampaikan Sa'ar saat melakukan kunjungan ke Slovenia.

Sa'ar mengatakan warga Gaza tetap diperbolehkan meninggalkan wilayah tersebut apabila keputusan itu diambil secara sukarela dan terdapat negara lain yang bersedia menerima mereka.

Ia mengatakan jika seseorang ingin meninggalkan Gaza "atas kemauan sendiri, dan ada negara yang bersedia menerimanya-seperti yang terjadi di wilayah konflik mana pun di dunia-kami tidak akan menentangnya," ujar Sa'ar seperti dilansir dari AFP, Jumat, 11 September 2026.

Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah anggota kabinet Israel sebelumnya membahas kemungkinan pemindahan sekitar 2 juta warga Palestina dari Gaza yang porak-poranda akibat perang.

Para pejabat tersebut umumnya menyebut rencana itu sebagai perpindahan secara sukarela. Mereka beralasan warga Palestina sebenarnya ingin meninggalkan Gaza, tetapi keinginan tersebut terhalang oleh kelompok militan Hamas.

Baca Juga: 8 Negara Muslim Kecam Rencana Israel Pindahkan Warga Gaza

Sa'ar menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di Ljubljana menjelang pembukaan kedutaan besar Israel di Slovenia. Pembukaan itu berlangsung di tengah upaya pemerintah Slovenia memperbaiki kembali hubungan diplomatik dengan Israel di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Janez Janša.

Dalam kesempatan tersebut, Sa'ar juga menyampaikan apresiasi kepada Slovenia atas "persahabatan" serta sikap negara tersebut yang telah "mendukung Israel di saat-saat penting".

"Sebuah kedutaan besar lebih dari sekadar bendera yang berkibar di sebuah gedung. Ini adalah investasi dalam sebuah hubungan dan komitmen terhadap masa depannya. Dan itulah tepatnya yang akan kita lakukan bersama," ujar Sa'ar.

Seorang anak berada di antara puing bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, Palestina <b>(Antara)</b> Seorang anak berada di antara puing bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, Palestina (Antara)

"Israel mengingat sahabat-sahabatnya. Sebagaimana Anda telah mendukung kami, kami pun akan mendukung Anda," katanya.

Peresmian kedutaan besar Israel di Ljubljana menjadi penanda perubahan besar dibandingkan kebijakan pemerintahan Slovenia sebelumnya yang berhaluan kiri-tengah. Pemerintah sebelumnya dikenal sebagai salah satu pihak yang paling lantang di Uni Eropa dalam mengkritik operasi militer Israel di Gaza.

x|close