Ntvnews.id, Madrid - Sejumlah desa di Spanyol menawarkan insentif hingga €15.000 atau sekitar Rp309 juta untuk menarik penduduk baru. Tawaran tersebut ditujukan kepada pekerja yang bersedia menetap di kawasan pedesaan selama beberapa tahun.
Dilansir dari BBC, Jumat, 11 September 2026, Program ini dijalankan untuk mengatasi penurunan jumlah penduduk di berbagai wilayah pedesaan Spanyol. Banyak anak muda memilih meninggalkan desa dan berpindah ke kota-kota besar demi mendapatkan pekerjaan serta kesempatan ekonomi yang lebih luas.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Live in Ambroz yang berada di wilayah Extremadura.
Program tersebut kini membuka pendaftaran bagi pekerja digital nomad dengan tawaran hibah hingga €15.000, seperti dilaporkan Glasgow Live.
Peserta yang menerima hibah diwajibkan menetap di kawasan Ambroz setidaknya selama dua tahun. Pemerintah berharap program ini bukan hanya menambah jumlah penduduk, tetapi juga mendorong kembali aktivitas ekonomi di kawasan pedesaan.
Peluang tersebut turut dipromosikan akun Instagram @madrid.explore. Akun itu menyebut Spanyol memberikan insentif kepada mereka yang ingin meninggalkan kehidupan perkotaan dan memulai kehidupan baru di desa.
"Mencari perubahan suasana? Spanyol punya tawaran gila untuk Anda! Pada tahun 2026, Spanyol akan membayar Anda untuk pindah ke desa yang sepi. Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan populasi pedesaan dan membantu merevitalisasi kota-kota yang telah tertinggal," tulis akun tersebut.
Unggahan itu kemudian mendapat berbagai tanggapan dari pengguna media sosial. Salah seorang pengguna memberikan komentar singkat, "Ya, tentu."
Baca Juga: Marcos Llorente Pensiun dari Timnas Spanyol
Pengguna lainnya mengaku tertarik dengan program tersebut dengan menulis, "Saya sangat ingin."
Sementara pengguna lain turut merespons, "Oke, daftarkan saya."
Selain mendapatkan insentif berupa uang, kawasan Ambroz juga memiliki daya tarik dari sisi iklim. Wilayah tersebut menerima sekitar 70 hingga 90 persen lebih banyak sinar matahari dibandingkan London.
Dengan kondisi tersebut, Ambroz memiliki rata-rata waktu siang sekitar tiga jam lebih panjang setiap harinya dibandingkan London.
Biaya hidup di pedesaan Spanyol juga relatif terjangkau jika dibandingkan dengan sejumlah kawasan lainnya. Menurut laporan Mirror, rumah dengan tiga kamar tidur di wilayah tersebut dapat disewa dengan tarif sekitar €690 atau Rp14 juta per bulan.
Spanyol bukan satu-satunya negara Eropa yang menawarkan insentif finansial untuk menarik penduduk baru ke wilayah pedesaan. Italia dan Swiss juga memiliki program serupa guna mengatasi persoalan penurunan populasi.
Di Italia, Pulau Sardinia memberikan hibah hingga €15.000 kepada orang yang bersedia pindah ke desa-desa yang menawarkan suasana lebih tenang. Namun, program tersebut hanya berlaku bagi wilayah yang memiliki jumlah penduduk kurang dari 3.000 orang.
Pemerintah setempat menjalankan kebijakan tersebut untuk membalikkan tren penurunan populasi sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.
Pasangan yang berencana membangun keluarga juga berkesempatan mendapatkan bantuan tambahan. Pemerintah menyediakan sekitar €600 atau Rp12 juta per bulan untuk anak pertama dan €400 atau Rp8 juta untuk anak kedua, hingga masing-masing anak mencapai usia lima tahun.
Sementara itu, desa Radicondoli di Tuscany, Italia, memiliki program WivoaRadicondoli yang memberikan insentif bagi warga yang ingin menyewa maupun membeli rumah.
Bagi penyewa, tersedia subsidi hingga 50 persen dari biaya sewa selama dua tahun. Pemerintah desa juga memberikan hibah bagi pendatang yang memilih membeli properti.
Sebagai imbalannya, penerima bantuan harus berkomitmen tinggal di Radicondoli selama sedikitnya 10 tahun. Saat ini, sekitar 100 dari total 450 properti di desa tersebut dilaporkan masih belum dihuni.
Pulau Menorca Spanyol (Google Maps)
Swiss juga memiliki program serupa. Warga berusia di bawah 45 tahun dapat mempertimbangkan untuk pindah ke Albinen, sebuah desa yang terletak di kawasan Pegunungan Alpen.
Pendatang baru di Albinen bisa memperoleh bantuan hingga 25.000 franc Swiss atau sekitar Rp472 juta untuk setiap orang dewasa dan 10.000 franc Swiss atau sekitar Rp189 juta untuk setiap anak.
Namun, program tersebut memiliki sejumlah persyaratan. Penerima bantuan diwajibkan tinggal di Albinen selama minimal 10 tahun serta membeli properti dengan nilai sedikitnya 200.000 franc Swiss.
Albinen berada di tengah lanskap Pegunungan Alpen dan dikelilingi chalet tradisional. Desa ini menawarkan suasana hidup yang lebih tenang, tetapi tetap memiliki akses menuju kota-kota di sekitarnya serta berbagai resor ski, dikutip dari Glasgow Live.
Arsip foto - Seorang pria memegang bendera Spanyol saat merayakan Hari Nasional Spanyol dalam sebuah parade di Madrid, Spanyol, Senin (12/10/2020). (ANTARA)