Ntvnews.id, Kota palu - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,7 mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat, 11 September 2026, sekitar pukul 08.53 WITA. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Palu, gempa tersebut dipicu oleh aktivitas Sesar Palu-Koro.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan bahwa gempa berpusat di daratan, sekitar 40 kilometer di sebelah utara Donggala. Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer sehingga dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Palu-Koro," kata Djati.
Guncangan gempa tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Donggala. Berdasarkan estimasi peta guncangan BMKG, getaran juga terasa di sejumlah wilayah di sekitarnya, termasuk Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,3 Terjadi di Tibet Dekat Perbatasan Nepal
"Getaran ini dirasakan tidak hanya di Kabupaten Donggala tetapi juga di Kota Palu dan Kabupaten Sigi," ucap Djati.
BMKG menyebutkan bahwa sampai saat ini belum terdapat laporan mengenai kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Dengan demikian, belum ada informasi mengenai dampak kerusakan bangunan maupun fasilitas lainnya akibat guncangan.
Secara geografis, episenter gempa tercatat berada pada koordinat 0,32 Lintang Selatan dan 119,82 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada sekitar 40 kilometer di sebelah utara Donggala, Sulawesi Tengah.
Sementara itu, getaran gempa turut dirasakan oleh warga di Kota Palu. Nurjanah, salah seorang warga Palu, mengaku merasakan guncangan yang berasal dari gempa yang berpusat di wilayah Donggala.
Baca Juga: NTT Perlahan Pulih Pascagempa
"Wilayah Tawaeli juga terasa getarannya," kata dia.
(Sumber: Antara)
Petugas BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu sedang melakukan monitoring dan analisa laporan gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat, 11 September 2026 (Antara)