Jepang Temukan Virus PMK pada Muatan Daging Kambing Mentah dari China

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Sep 2026, 12:34
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera nasional Jepang terlihat di depan sebuah gedung. Arsip foto - Bendera nasional Jepang terlihat di depan sebuah gedung. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Kementerian Pertanian Jepang mengonfirmasi temuan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada daging kambing mentah yang dibawa oleh seorang penumpang dari China. Virus tersebut terdeteksi dalam pemeriksaan karantina perbatasan di Bandara New Chitose, Hokkaido, pada Januari lalu.

Pihak kementerian mencatat bahwa kasus ini menjadi momen pertama kalinya virus PMK ditemukan selama proses pemeriksaan karantina produk hewan di pintu masuk Jepang. Daging olahan mentah yang dibawa dalam penerbangan asal Beijing tersebut langsung disita petugas dan dilarang beredar di dalam negeri.

Penyitaan dilakukan setelah petugas karantina mencurigai muatan di antara barang bawaan penumpang, yang dilanjutkan dengan uji laboratorium untuk mendeteksi keberadaan patogen. Daging ternak mentah sendiri masuk dalam daftar komoditas yang dilarang keras dibawa masuk oleh penumpang penerbangan internasional.

Secara medis, PMK tidak menular kepada manusia. Kendati demikian, virus ini memiliki tingkat penularan yang amat tinggi serta berisiko fatal bagi hewan ternak berkuku belah, seperti sapi, babi, hingga kambing.
 

Ancaman virus ini pernah melumpuhkan sektor peternakan Jepang pada 2010 silam saat wabah PMK merebak di Prefektur Miyazaki, Jepang barat daya. Kala itu, sekitar 300.000 ekor sapi dan babi terpaksa dimusnahkan guna menghentikan penyebaran infeksi.

Kendati belum ada laporan kasus infeksi baru di daratan Jepang sejak peristiwa tersebut, penularan PMK terpantau masih aktif terjadi di sejumlah negara tetangga. Pihak Kementerian Pertanian Jepang memeringatkan adanya risiko sangat tinggi terhadap potensi penyebaran kembali di dalam negeri, sekaligus memperketat barisan pengawasan di seluruh titik perbatasan.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close