Ntvnews.id, Jakarta - Tim SAR gabungan masih mendalami dan menelusuri penemuan satu buah pelampung di wilayah perairan Gunung Anak Krakatau. Pendalaman ini dilakukan untuk memastikan apakah alat keselamatan tersebut berkaitan dengan rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa tim gabungan telah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian, khususnya Polairud, untuk mengidentifikasi objek yang ditemukan di area pencarian tersebut.
"Untuk hasil identifikasi pelampung, kami sudah berkoordinasi dengan Polda, termasuk Polairud. Hari ini kami akan mendalami lagi pemeriksaan tentang objek yang ditemukan tersebut. Saya harap teman-teman bersabar, nanti dari Polairud akan menyampaikan hasil penyelidikan dan pemeriksaannya," kata Al Amrad, 11 September 2026.
Al Amrad menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan keterkaitan pelampung tersebut dengan kapal maupun keberadaan para jurnalis dan awak kapal yang masih dicari. Pihaknya meminta publik untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil identifikasi resmi.
"Saya tidak berani memberikan statement. Kita mungkin semua belum bisa berandai-andai sejauh itu. Seperti yang saya sampaikan di awal, kami akan koordinasikan dengan pihak yang terkait, di sinilah fungsi penggabungan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Tunggul, membenarkan bahwa jajarannya menemukan satu pelampung saat melakukan operasi penyisiran di perairan Anak Krakatau.
Namun, Kadispenal menyatakan bahwa status kepemilikan pelampung tersebut masih dalam tahap verifikasi oleh tim ahli.
"Hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah pelampung yang ditemukan tersebut merupakan milik lima jurnalis yang hilang kontak atau tidak," ujar Tunggul.
Hingga berita ini diterbitkan, tim SAR gabungan dari berbagai unsur masih melangsungkan proses pencarian serta pemeriksaan teknis terhadap barang temuan di lokasi.
TNI AL Temukan Pelampung di Perairan Cikoneng Anyer (Dokumentasi)