Ntvnews.id, Jakarta -Presiden Argentina Javier Milei resmi membatalkan agenda kunjungannya ke Inggris yang semula dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Keputusan ini diambil menyusul kembali memanasnya hubungan kedua negara akibat polemik kedaulatan Kepulauan Falkland.
Sebelumnya, Milei sempat menyuarakan keinginannya untuk melawat ke Inggris guna mendorong penyelesaian sengketa Kepulauan Falkland yang diakui Argentina sebagai Kepulauan Malvinas melalui jalur diplomasi damai. Di saat yang sama, ia juga menekankan komitmennya untuk memperkuat kerja sama perdagangan bilateral.
Namun, eskalasi ketegangan tidak terhindarkan setelah pemerintah Argentina pekan lalu memulai prosedur sanksi terhadap 60 individu dan entitas yang terlibat dalam aktivitas eksplorasi minyak dan gas di wilayah tersebut, termasuk langkah hukum terhadap sejumlah perusahaan.
Merespons tindakan tersebut, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menegaskan kembali posisi ketat London. Ia menyuarakan komitmen penuh pemerintahannya untuk membela kedaulatan Inggris atas Kepulauan Falkland.
Sengketa atas kepulauan di Samudra Atlantik Selatan ini memiliki sejarah konflik yang panjang. Pada tahun 1982, Inggris dan Argentina sempat terlibat perang singkat selama beberapa pekan yang berakhir dengan kekalahan kubu Buenos Aires.
Upaya penegasan kedaulatan juga dilakukan melalui referendum pada Maret 2013, di mana 99,8 persen penduduk Kepulauan Falkland memilih untuk tetap berada di bawah naungan wilayah seberang laut Inggris. Hingga kini, Argentina secara tegas menolak untuk mengakui hasil pemungutan suara tersebut.
Presiden Argentina Javier Milei. (Antara)