Ntvnews.id, Jakarta -Harga minyak mentah dunia meroket tajam hingga melampaui ambang psikologis 100 dolar AS per barel pada perdagangan Kamis (10/9) pagi waktu setempat. Lonjakan harga ini dipicu oleh eskalasi konflik yang tak kunjung mereda di kawasan Timur Tengah.
Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2026 sempat melonjak ke level 100,88 dolar AS per barel. Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 4,83 dolar AS atau 5,03 persen dibandingkan harga penutupan hari sebelumnya, sekaligus menjadi level tertinggi untuk kontrak front month sejak 20 Mei.
Trend kenaikan serupa terjadi pada minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman November yang sempat melesat ke posisi 105,84 dolar AS per barel sebelum mengendur tipis.
Ketegangan geopolitik semakin memanas seiring munculnya ketidakpastian durasi konflik. Laporan The Wall Street Journal menyebut para penasihat senior Gedung Putih mulai mendiskusikan kemungkinan perang dengan Iran yang berpotensi meluas hingga akhir masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump pada Januari 2029. Meski demikian, Trump sempat menyatakan optimisme bahwa ketegangan akan usai tak lama setelah pemilu paruh waktu November mendatang.
Di tengah situasi tersebut, analis ING Warren Patterson dan Ewa Manthey menyoroti arus distribusi minyak di Selat Hormuz yang sebenarnya sempat menunjukkan peningkatan secara mengejutkan. Namun, risiko gangguan pasokan dinilai tetap mengintai jika konflik terus meluas.
"Justru, sinyal-sinyal saat ini mengarah pada eskalasi lebih lanjut, sehingga tekanan kenaikan tetap kuat," ujar mereka.
Senada dengan pandangan tersebut, Analis FX Empire Christopher Lewis menilai pergerakan pasar dari sisi teknikal masih berada dalam tren menguat (bullish).
"Saya tidak tertarik untuk melakukan shorting terhadap minyak mentah, dan saya menduga bahwa selama perang ini masih berlangsung, setiap kali terjadi penurunan harga sementara (pullback), kemungkinan besar akan ada pembeli yang bersedia masuk ke pasar," kata Christopher Lewis dalam catatan analisisnya.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Sebuah kapal tanker minyak berbendera Belize, PRIYA, terlihat sedang berlabuh di Danau Maracaibo sembari menunggu keberangkatan menuju Port Arthur, Amerika Serikat, pada 11 Mei 2026. (Antara)