Ntvnews.id, Jakarta -Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan bahwa Program Magang Nasional (MagangHub) Tahun 2026 Batch 2 kini resmi memasuki tahap seleksi peserta oleh para mitra penyelenggara.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengonfirmasi bahwa proses seleksi ini dijadwalkan berlangsung hingga 15 September 2026.
“Proses seleksi menjadi bagian penting untuk memastikan peserta mengikuti pemagangan sesuai bidang dan kebutuhan mitra penyelenggara,” ujar Darmawansyah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Para calon peserta yang telah mendaftar diimbau untuk mengikuti seluruh mekanisme seleksi yang telah ditetapkan oleh masing-masing mitra, baik dari sektor perusahaan swasta maupun kementerian/lembaga. Kriteria kelulusan disesuaikan secara mandiri berdasarkan kualifikasi, kebutuhan bidang, dan persyaratan teknis mitra terkait.
Hasil akhir seleksi rencananya akan diumumkan secara serentak pada 18 September 2026. Bagi peserta yang dinyatakan lolos, kegiatan pemagangan bakal resmi dimulai pada 21 September 2026.
Baca Juga: Dorong Kesempatan Kerja Lulusan Baru, Pemerintah Siapkan Anggaran Magang Nasional Rp4,14 Triliun
Darmawansyah menekankan pentingnya program ini sebagai wadah pengembangan keterampilan agar pengalaman yang didapatkan relevan dengan kompetensi dan minat para peserta.
“Kami ingin pemagangan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan kompetensinya. Karena itu, proses pemagangan harus memberikan pengalaman yang mendukung pengembangan kompetensi peserta,” tuturnya.
Masyarakat dan pendaftar dapat memantau perkembangan serta informasi resmi mengenai program pemagangan ini melalui portal maganghub.kemnaker.go.id.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Instruktur asal Korea Selatan melakukan verifikasi plat besi hasil pelatihan las peserta di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Kota Serang, Banten, Selasa (1/9/2026). Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan sebanyak 150 ribu peserta magang dan 300 ribu peserta pelatihan vokasi pada 2026 untuk mencetak SDM kompeten bersertifikasi nasional (BNSP) serta berstandar internasional (global recognition) melalui pengembangan pusat keunggulan industri. (Antara)