Prabowo di BRICS: Indonesia Tak Ingin Didikte Kekuatan Mana pun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Sep 2026, 16:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto di KTT BRICS Prabowo Subianto di KTT BRICS (Istimewa)

Ntvnews.id, New Delhi - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi negara yang tangguh dan mandiri. Mampu menentukan arah dan kepentingannya sendiri tanpa didikte oleh kekuatan mana pun.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi, India, Sabtu, 12 September 2026. Prabowo menekankan bahwa ketangguhan nasional merupakan fondasi utama bagi sebuah negara untuk menjaga kemandirian dan menentukan masa depannya.

“Kita tidak ingin didikte oleh satu atau dua kekuatan mana pun. Kita harus menjadi tangguh. Dan dengan demikian, kita menjadi benar-benar mandiri,” ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan bahwa kekuatan sebuah bangsa harus dibangun dari dalam negeri. Ketangguhan tidak hanya berkaitan dengan posisi suatu negara di tingkat global, tetapi juga dengan kemampuan memenuhi kebutuhan rakyat, menjamin energi, menyediakan pendidikan, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mencapai kesejahteraan.

“Kekuatan selalu dimulai dari dalam negeri, dari rakyat kita, dari kemampuan kita untuk memberi makan rakyat, menjamin energi yang mereka butuhkan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk mencapai kesejahteraan,” tegasnya.

Baca Juga: Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang

Prabowo menilai kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun negara yang tangguh dan benar-benar mandiri.

Di BRICS, Prabowo juga melihat kerja sama antarnegara Global South sebagai salah satu kekuatan yang dapat memperkuat ketahanan bersama. Menurutnya, dengan berdiri bersama, negara-negara berkembang dapat memiliki suara yang lebih kuat dalam memperjuangkan kepentingan dan menentukan masa depannya sendiri.

Prabowo juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama di bidang yang secara langsung berkaitan dengan ketahanan nasional, termasuk pangan dan energi.

Lebih lanjut, Prabowo menilai kekuatan kolektif BRICS dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi, sekaligus menciptakan peluang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang.

“Dengan berdiri bersama, kita juga menjadi lebih kuat,” ujar Prabowo.

Menutup pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa kekuatan tersebut harus diarahkan untuk membangun tatanan internasional yang lebih adil dan setara, dengan tetap memperkuat sistem multilateral.

“Bersama-sama, kita dapat membuat kekuatan kita benar-benar berarti,” kata Prabowo.

x|close