A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

AS, Denmark, dan Greenland Sepakat Perkuat Kehadiran Militer - Ntvnews.id

AS, Denmark, dan Greenland Sepakat Perkuat Kehadiran Militer

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Sep 2026, 10:33
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen terlihat saat ikut demonstrasi menentang tindakan dan pernyataan AS yang berupaya menguasai Greenland di Nuuk, Greenland, wilayah otonom Denmark, pada 17 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Anders Kongshaug) Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen terlihat saat ikut demonstrasi menentang tindakan dan pernyataan AS yang berupaya menguasai Greenland di Nuuk, Greenland, wilayah otonom Denmark, pada 17 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Anders Kongshaug) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Amerika Serikat (AS), Denmark, dan Greenland mencapai kesepakatan untuk meningkatkan kehadiran militer AS di Greenland. Perjanjian tersebut juga ditujukan untuk mencegah negara-negara yang dipandang sebagai lawan Washington mendirikan pangkalan maupun memperluas aktivitas militer di wilayah itu.

Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan tersebut memberikan Washington kontrol permanen terhadap keamanan Greenland serta berbagai kebutuhan lainnya di wilayah otonom Kerajaan Denmark tersebut.

Meski demikian, pemerintah Denmark dan Greenland menegaskan bahwa perjanjian itu tidak mengubah status kedaulatan Greenland. Mereka juga menekankan bahwa kesepakatan tersebut tetap mengakui hak masyarakat Greenland untuk menentukan masa depannya sendiri.

Dikutip dari RFI, Minggu, 20 September 2026, perjanjian itu dijadwalkan ditandatangani pekan depan di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Kesepakatan tersebut masih harus mendapatkan persetujuan dari parlemen Denmark dan Greenland.

Rincian perjanjian antara ketiga pihak tersebut hingga kini belum dibuka secara menyeluruh. Salah satu hal yang masih belum diketahui adalah skala penambahan pasukan atau fasilitas militer AS serta bentuk kewenangan yang nantinya diberikan kepada Washington.

Trump mengatakan AS akan segera menyusun rencana untuk memperbesar kehadiran militernya di Greenland. Ia juga menegaskan negara-negara yang dianggap sebagai pihak yang berseberangan dengan AS tidak akan dapat membangun pangkalan, menempatkan personel militer, maupun melakukan investasi strategis di Greenland tanpa persetujuan tertulis dari Washington.

Baca Juga: Finlandia Tolak Klaim Trump soal Greenland, Tegaskan Kewenangan Ada di Denmark

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada sejumlah media bahwa kesepakatan tersebut akan menghalangi negara-negara non-NATO membangun pangkalan militer di Greenland. Perjanjian itu juga akan membatasi investasi yang dinilai berpotensi mengancam kepentingan AS.

Washington sebelumnya memang telah memiliki fasilitas militer di Greenland. AS mengoperasikan Pituffik Space Base yang berada di bagian barat laut pulau tersebut berdasarkan kerja sama pertahanan antara AS dan Denmark yang telah berlangsung sejak 1951.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyambut tercapainya kesepakatan tersebut. Ia mengatakan perjanjian itu memperhatikan kepentingan Greenland sekaligus memperkuat keamanan wilayah.

“Kesepakatan ini mengakui kedaulatan dan integritas teritorial Kerajaan kami serta hak rakyat Greenland untuk menentukan nasib sendiri,” kata Nielsen.

Warga menghadiri demonstrasi menentang tindakan dan pernyataan AS yang mengisyaratkan kontrol atas Greenland di Nuuk, ibu kota Greenland, wilayah otonom Denmark, 17 Januari 2026. ANTARA/XInhua/Anders Kongshaug <b>(Antara)</b> Warga menghadiri demonstrasi menentang tindakan dan pernyataan AS yang mengisyaratkan kontrol atas Greenland di Nuuk, ibu kota Greenland, wilayah otonom Denmark, 17 Januari 2026. ANTARA/XInhua/Anders Kongshaug (Antara)

Pemerintah Denmark juga menyatakan kesepakatan tersebut ditujukan untuk memperkuat keamanan kawasan Arktik dan Atlantik Utara tanpa mengubah kedaulatan Kerajaan Denmark atas Greenland.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen mengatakan perjanjian itu diharapkan dapat mengakhiri ketidakpastian yang berlangsung selama beberapa waktu. Menurutnya, kesepakatan tersebut juga akan memperkuat keamanan bersama di kawasan Arktik dan Atlantik Utara dalam kerangka NATO.

Kesepakatan ini tercapai setelah hubungan Washington dan Kopenhagen mengalami ketegangan selama berbulan-bulan terkait masa depan Greenland.

Trump sebelumnya berulang kali menyatakan Greenland memiliki arti strategis bagi keamanan nasional AS, termasuk dalam menghadapi ancaman dari Rusia dan Tiongkok. Ia bahkan sempat menyampaikan ancaman untuk mengambil alih wilayah tersebut.

Sementara itu, Denmark dan Greenland secara konsisten menyatakan bahwa Greenland tidak untuk diperjualbelikan. Keduanya juga meminta AS menghormati kedaulatan serta hak masyarakat Greenland dalam menentukan masa depan wilayah tersebut.

Melalui kesepakatan terbaru ini, Washington mendapatkan kerangka untuk memperluas kehadiran militernya di Greenland. Di sisi lain, Kopenhagen dan Nuuk tetap menegaskan bahwa kedaulatan serta integritas teritorial mereka tidak berpindah kepada AS.

NATO menyambut kesepakatan tersebut dan menyatakan perjanjian itu berpotensi mendukung peningkatan keamanan, stabilitas, serta kerja sama di kawasan Arktik.

x|close