A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Misi PBB Sebut Serangan AS ke Iran Berpotensi Jadi Kejahatan Perang - Ntvnews.id

Misi PBB Sebut Serangan AS ke Iran Berpotensi Jadi Kejahatan Perang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Sep 2026, 09:33
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
PBB: Panas ekstrem, impor bahan bakar fosil memperparah Inflasi Eropa Gedung Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York PBB: Panas ekstrem, impor bahan bakar fosil memperparah Inflasi Eropa Gedung Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York (Antara)

Ntvnews.id, New York - Misi pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan serangan Amerika Serikat ke Iran pada Februari lalu memenuhi kriteria sebagai kejahatan perang dan menjadi pemicu konflik yang masih berlangsung hingga saat ini.

The Independent International Fact-Finding Mission on the Islamic Republic of Iran dikutip, Minggu, 20 September 2026,  mengidentifikasi sedikitnya dua serangan militer AS yang dinilai masuk dalam kategori tersebut. Kedua serangan itu menyasar sebuah sekolah dasar di Minab dan kompleks olahraga di Lamerd, Iran.

Hasil penyelidikan misi pencari fakta PBB tersebut telah disampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB setelah proses investigasi dilakukan selama beberapa bulan.

Dikutip dari Al Jazeera, tim tersebut menyatakan terdapat dasar yang cukup untuk meyakini bahwa militer AS melakukan sejumlah serangan secara serampangan di Iran.

Penyelidikan tetap dilakukan meskipun Israel dan AS tidak memberikan akses kepada personel militer mereka maupun menanggapi permintaan informasi dan konfirmasi dari tim PBB. Para penyelidik kemudian menggunakan berbagai sumber, mulai dari citra satelit, rekaman video yang telah diverifikasi, analisis persenjataan, kesaksian dari sumber di Iran, hingga informasi dari organisasi independen.

Baca Juga: Sebut Ada 'Pukulan Ganda', PBB Ungkap Pemicu Pembengkakan Inflasi di Eropa

"Misi pencari fakta menyimpulkan bahwa ketika mengidentifikasi serangan AS terhadap SD di Minab, di mana tampak jelas keberadaan penduduk sipil, militer AS gagal melakukan kewajibannya untuk meverifikasi apakah itu memang tujuan militer mereka," kata laporan tim PBB tersebut.

Serangan di Minab terjadi pada hari pertama pecahnya perang. Militer AS menyerang sebuah fasilitas angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang lokasinya berdekatan dengan sebuah sekolah dasar.

Sekolah tersebut hanya berjarak sekitar 72 meter dari kompleks IRGC. Serangan itu dilaporkan menyebabkan 156 orang meninggal dunia, terdiri dari 120 murid dan 26 guru perempuan.

Pada hari yang sama, militer AS juga menyerang Shahid Haj Khalil Naimi Cultural and Sport Complex di Lamerd, Provinsi Fars.

Serangan terhadap kompleks olahraga tersebut mengakibatkan 22 orang meninggal dunia, termasuk empat anak-anak. Selain itu, sedikitnya 100 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

x|close