Hari Ketiga Pencarian, Tim SAR Perluas Area untuk Temukan Wisatawan Tenggelam di Pangandaran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Apr 2025, 11:03
thumbnail-author
Alber Laia
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Foto udara petugas melakukan pencarian terhadap wisatawan yang hilang terseret arus ombak di Pantai Barat, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (4/4/2025). Foto udara petugas melakukan pencarian terhadap wisatawan yang hilang terseret arus ombak di Pantai Barat, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (4/4/2025). (Dok.Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan membentuk dua tim untuk mencari satu wisatawan yang masih hilang di perairan Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Jumat, 4 April 2025.

Korban yang masih dicari adalah Dede Sulaiman (15), wisatawan asal Garut yang terseret arus di Pos 4 Pantai Barat Pangandaran, pada Rabu, 2 April 2025.

Baca Juga: Suasana Terkini Pantai Pangandaran yang Padat Diserbu Ribuan Wisatawan

Komandan Tim Rescue Kantor SAR Bandung, Edwin Purnama, menyatakan bahwa pencarian hari ketiga ini dilakukan dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Tim pertama (SRU 1) bertugas menyisir area laut menggunakan jet ski Satpolairud Polres Pangandaran serta perahu jukung SAR Barakuda dengan radius pencarian mencapai tiga kilometer dari titik awal korban hilang.

Pantai Pangandaran <b>(Instagram)</b> Pantai Pangandaran (Instagram)

Sementara itu, tim kedua (SRU 2) menyusuri pesisir pantai menggunakan mobil Satpolairud Polres Pangandaran sepanjang tiga kilometer dari lokasi kejadian.

"Hari ini tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap satu korban terseret arus atas nama Dede Sulaiman," kata Edwin di lokasi kejadian, pada Jumat, 4 April 2025.

Selama libur Lebaran, Pantai Pangandaran dilaporkan mengalami beberapa insiden kecelakaan laut. Sebelumnya, dua wisatawan terseret ombak saat berenang. Salah satunya, Suhendar (19) asal Bandung, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis, 3 April 2025. Diketahui korban tenggelam pada Selasa 1 April 2025. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah sakit sebelum diserahkan kepada keluarganya.

Dede Sulaiman sendiri dilaporkan tenggelam saat berenang bersama lima temannya di sekitar Pos 5 Pantai Barat Pangandaran. Diduga, korban terlalu jauh berenang ke tengah hingga terbawa arus kuat.

Petugas keamanan pantai telah memasang rambu-rambu peringatan di sepanjang pantai, mengingatkan wisatawan agar tidak berenang di zona berbahaya maupun terlalu jauh ke tengah laut. Meski demikian, kecelakaan masih kerap terjadi akibat kurangnya kewaspadaan pengunjung.

(Sumber: Antara)

x|close