Pangdam V/Brawijaya Sampaikan Keprihatinan atas Kebakaran Gedung Negara Grahadi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Agu 2025, 18:45
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Pangdam /Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin (kanan) memantau ruang kerja Wakil Gubernur Jawa Timur yang terbakar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu 31 Agustus 2025. ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin Pangdam /Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin (kanan) memantau ruang kerja Wakil Gubernur Jawa Timur yang terbakar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu 31 Agustus 2025. ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin, mengungkapkan rasa prihatin mendalam atas insiden terbakarnya Gedung Negara Grahadi yang merupakan bangunan cagar budaya di Surabaya, Jawa Timur, saat aksi demonstrasi pada Sabtu 30 Agustus 2025 malam.

"Kita sangat prihatin ya, karena kita sempat bincang-bincang dengan rekan-rekan dari Disbudporapar Kota Surabaya yang menangani cagar budaya. Ini adalah salah satu cagar budaya yang merupakan kebanggaan masyarakat Surabaya, masyarakat Jawa Timur," ujar Mayjen TNI Rudy saat meninjau kondisi bangunan pada Minggu (31/8/2025).

Dia menjelaskan, Gedung Negara Grahadi sudah digunakan sejak era 1930-an, sementara bangunan utamanya bahkan telah berdiri sejak abad ke-18 atau sekitar tahun 1700-an.

Menurutnya, kebakaran terjadi akibat ulah oknum yang melempar bom molotov ke bagian atas gedung sisi barat. Api sempat merambat, namun beruntung tidak sampai mengenai bangunan utama.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari provokasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Saya dengan kerendahan hati memohon dengan sangat untuk masyarakat, adik-adik semua, saudara-saudara aku, rekan-rekan, tolong betul-betul jaga kondusivitas, jangan mudah terprovokasi, jangan anarkis karena dampaknya sangat luar biasa," tegasnya.

Baca Juga: Markas Gegana di Jakarta Pusat Kebakaran Hebat, Asap Tebal Membumbung Tinggi

Lebih lanjut, ia juga mengajak masyarakat Surabaya dan Jawa Timur menyampaikan aspirasi melalui jalur resmi dan dengan cara yang tertib.

Terkait instruksi dari Presiden Prabowo Subianto, Mayjen TNI Rudy memastikan TNI bersama Polri akan terus berkoordinasi menjaga keamanan dan ketertiban di tiap wilayah, dengan tetap melibatkan partisipasi masyarakat.

"Kita tidak mau disusupi, kita tidak mau diprovokasi, sehingga peran serta dari masyarakat di tempat masing-masing sangat kita butuhkan. Tolong betul-betul kita jaga rumah kita," kata Mayjen TNI Rudy.

Sebelumnya, pada Sabtu (30/8/2025) malam sekitar pukul 21.38 WIB, sisi barat Gedung Negara Grahadi yang terletak di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, dibakar oleh massa yang bertindak anarkis.

Api mulai terlihat sekitar satu setengah jam setelah Gubernur Jawa Timur saat itu, Khofifah Indar Parawansa, menemui para demonstran.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ratusan massa masih berkumpul di depan Gedung Grahadi tanpa adanya tindakan pembubaran dari aparat keamanan.

Hingga pukul 22.30 WIB, suara letupan petasan masih terdengar bersahut-sahutan, sementara kerumunan tetap memadati Jalan Gubernur Suryo.

(Sumber : Antara)

x|close