A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Manajemen Grab Indonesia Jenguk Mitra Korban Demonstrasi di Makassar - Ntvnews.id

Manajemen Grab Indonesia Jenguk Mitra Korban Demonstrasi di Makassar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Agu 2025, 21:00
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Director of East Indonesia, Operations Grab Indonesia Halim Wijaya (kiri) bersama timnya didampingi Ayah korban Budi Haryadi, Saharuddin Daeng Sarring (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait perhatian Grab Indonesia atas peristiwa tersebut, di Rumah Sakit Primaya, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 31 Agustus 2025. ANTARA/Darwin Fatir. Director of East Indonesia, Operations Grab Indonesia Halim Wijaya (kiri) bersama timnya didampingi Ayah korban Budi Haryadi, Saharuddin Daeng Sarring (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait perhatian Grab Indonesia atas peristiwa tersebut, di Rumah Sakit Primaya, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 31 Agustus 2025. ANTARA/Darwin Fatir. (Antara)

Ntvnews.id, Makassar - Pihak manajemen Grab Indonesia melakukan kunjungan langsung kepada dua mitra pengemudinya yang menjadi korban dalam aksi demonstrasi solidaritas di Makassar, Sulawesi Selatan, yang berujung kerusuhan. Kedua korban tersebut adalah Budi Haryadi dan Rusdamdiansyah alias Dandi.

"Hari ini kami di Rumah Sakit Primaya mengunjungi sekaligus menengok Budi dan keluarga, karena kami dapat informasi sedang mendapat perawatan intensif. Kita mendoakan agar bisa sembuh lebih cepat," ujar Director of East Indonesia, Operations Grab Indonesia, Halim Wijaya, di rumah sakit setempat, Minggu, 31 Agustus 2025.

Budi Haryadi diketahui merupakan mitra Grab yang juga bekerja sebagai tenaga honorer Satpol PP di Kecamatan Ujung Tanah. Ia menjadi korban saat peristiwa pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar di Jalan Andi Pangeran Pettarani, yang terjadi pada Jumat 29 Agustus 2025 hingga Sabtu 30 Agustus dini hari.

Dalam insiden itu, Budi terpaksa melompat dari gedung DPRD Makassar lantaran terjebak api yang semakin membesar. Ia mengalami luka parah dan langsung dibawa ke RS Primaya untuk mendapat perawatan. Sempat beredar kabar dirinya meninggal dunia, namun informasi tersebut dipastikan hoaks karena ia masih dalam perawatan intensif di ruang ICU.

Halim menjelaskan, kedatangannya bersama tim Grab ke Makassar bertujuan memberikan dukungan moril sekaligus memastikan korban memperoleh penanganan medis maksimal.
"Kami juga memberikan pendampingan bahwa Grab hadir bersama keluarga dengan terus mendukung dan menemani keluarga apa yang diperlukan. Kami percaya bahwa mitra merupakan bagian dari keluarga besar Grab," ucapnya.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan TNI-Polri Tindak Tegas Pelaku Perusakan dan Penjarahan

Selain menjenguk langsung, manajemen Grab turut menyalurkan bantuan finansial untuk keluarga Budi Haryadi. Halim berharap dukungan ini dapat sedikit meringankan beban agar keluarga bisa fokus pada proses pemulihan.

"Ini merupakan komitmen dari Grab, sehingga teman-teman mendapat perhatian. Izinkan saya menyampaikan dalam waktu dekat ini, kami meluncurkan fitur baru di tengah kondisi seperti ini. Namanya sedang difinalkan, namun pada intinya fitur itu Grab Darurat," katanya.

Selain itu, Halim bersama tim juga mengunjungi rumah duka dan makam Rusdamdiansyah alias Dandi, mitra Grab yang meninggal dunia setelah dikeroyok massa saat aksi demonstrasi di Jalan Urip Sumoharjo pada Jumat. Korban saat itu dituduh sebagai intel aparat keamanan.

Director of East Indonesia, Operations Grab Indonesia Halim Wijaya (kiri) bersama timnya didampingi Ayah korban Budi Haryadi, Saharuddin Daeng Sarring (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait perhatian Grab Indonesia atas peristiwa tersebut, di Rumah Sakit Primaya, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 31 Agustus 2025. ANTARA/Darwin Fatir. <b>(Antara)</b> Director of East Indonesia, Operations Grab Indonesia Halim Wijaya (kiri) bersama timnya didampingi Ayah korban Budi Haryadi, Saharuddin Daeng Sarring (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait perhatian Grab Indonesia atas peristiwa tersebut, di Rumah Sakit Primaya, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 31 Agustus 2025. ANTARA/Darwin Fatir. (Antara)

Dandi sempat mendapat perawatan di RSUP OJK Kemenkes RI di kawasan reklamasi Central Point of Indonesia (CPI), Jalan Tanjung Bunga, Makassar, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

"Tadi sebelum ke sini, saya dan tim sudah mengunjungi rumah duka mas Dandi serta mendoakan almarhum di makamnya. Kami turut berbelasungkawa memberikan dukungan juga kepada keluarga di masa sulit ini," ucap Halim.

Grab Indonesia juga telah menjalin komunikasi dengan pihak berwenang untuk memberikan informasi sesuai kapasitas mereka, agar kasus yang menimpa Dandi dapat diproses secara hukum.

"Paling utama, kami mendoakan korban baik yang sedang dirawat segera pulih dan berkumpul dengan keluarga, maupun doa kepada almarhum agar dimudahkan jalannya, dimaafkan segala kesalahan dan mendapat tempat terbaik di sisiNya," tambah Halim.

Saharuddin Daeng Sarring, ayah dari Budi Haryadi, menyampaikan apresiasi atas perhatian Grab yang datang langsung dari Jakarta untuk melihat kondisi anaknya.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungannya. Informasi terbaru kondisinya sekarang sudah mulai respon, meskipun belum stabil. Kami memohon doanya teman-teman semua dan masyarakat untuk kesembuhannya. Saya dengar tadi ada bantuan disampaikan, mudah-mudahan bantuan ini tepat sasaran bagi anak saya," katanya.

(Sumber: Antara)

x|close