A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Bentrokan Saat Demonstrasi di Iran, 3 Orang Dilaporkan Tewas - Ntvnews.id

Bentrokan Saat Demonstrasi di Iran, 3 Orang Dilaporkan Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jan 2026, 15:30
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (ANTARA/Anadolu) Arsip foto - Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (ANTARA/Anadolu) (Antara)

Ntvnews.id, Tehran - Tiga orang dilaporkan tewas dalam bentrokan yang terjadi saat unjuk rasa di sejumlah wilayah Iran, menyusul gelombang demonstrasi yang dipicu tekanan ekonomi dan melemahnya nilai mata uang nasional.

Satu orang dilaporkan meninggal dunia pada Rabu malam, 31 Desember 2025, waktu setempat di Kuhdasht County, Provinsi Lorestan, Iran barat. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Provinsi Lorestan Bidang Politik, Keamanan, dan Sosial Saeid Pourali kepada stasiun televisi pemerintah IRIB.

Sementara itu, kantor berita semi resmi Fars melaporkan kerusuhan di Lordegan County, Provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari, Iran barat, pada Kamis, 1 Januari 2026, yang mengakibatkan dua orang lainnya tewas.

Fars menggambarkan pihak-pihak yang terlibat dalam kerusuhan tersebut sebagai "perusuh" dan melaporkan bahwa sejumlah gedung pemerintah serta bank mengalami kerusakan.

Baca Juga: Presiden Iran Desak Pemerintah Respons Tuntutan Demonstran di Tengah Tekanan Ekonomi

Menurut laporan Fars yang mengutip sumber yang mengetahui kejadian itu, beberapa penyerang menembaki aparat kepolisian hingga melukai sejumlah petugas, dan sejumlah orang telah ditangkap oleh pihak berwenang.

Gelombang demonstrasi terbaru di Iran dipicu oleh penurunan tajam nilai mata uang negara tersebut yang terjadi pada Minggu, 28 Desember 2025.

Nilai tukar rial Iran diketahui terus melemah secara signifikan sejak Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018 dan kembali memberlakukan berbagai sanksi. Saat ini, 1 dolar Amerika Serikat setara Rp16.721 diperdagangkan dengan nilai lebih dari 1,35 juta rial di pasar terbuka.

Saeid Pourali mengonfirmasi bahwa aksi unjuk rasa telah berlangsung di sejumlah kota di Iran dalam beberapa hari terakhir akibat keluhan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Dia menyatakan bahwa aksi demonstrasi yang "damai dan legal" harus dihormati, namun menegaskan bahwa tindakan vandalisme dan kekerasan tidak dapat diterima karena merugikan kepentingan nasional.

Baca Juga: Hadapi Protes Massal, Presiden Iran Janjikan Reformasi Ekonomi

Pourali juga menyalahkan tekanan ekonomi, termasuk volatilitas mata uang dan kekhawatiran terhadap mata pencaharian masyarakat, pada "sanksi Barat yang kejam".

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu, 31 Desember 2025, menyatakan bahwa "solidaritas yang tulus bersama kritik yang membangun" diperlukan untuk menuntun Iran menghadapi berbagai tantangan saat ini sekaligus meletakkan fondasi bagi reformasi yang berkelanjutan, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi IRNA.

Dalam sebuah unggahan di platform X pada Senin, 29 Desember 2025, Pezeshkian mengatakan bahwa persoalan mata pencaharian rakyat menjadi perhatiannya setiap hari.

Dia menuturkan pemerintah telah merencanakan "langkah-langkah fundamental" guna mereformasi sistem moneter dan perbankan serta melindungi daya beli masyarakat.

Pezeshkian juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan Menteri Dalam Negeri untuk berdialog dengan perwakilan para pengunjuk rasa agar pemerintah dapat merespons tuntutan mereka dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada.

(Sumber: Antara)

x|close