Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak 341 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dialihkan fungsinya menjadi dapur darurat selama bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Indonesia pada akhir tahun 2025.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pengalihan tersebut dilakukan sebagai langkah respons cepat untuk memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh akses pangan bergizi selama masa darurat.
"Saat bencana alam terjadi, sebanyak 341 dapur SPPG dialihkan menjadi dapur darurat. Dengan kesiapan sumber daya dan jaringan yang ada, SPPG memastikan ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat terdampak," kata Dadan Hindayana di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026.
Ia menegaskan peran SPPG tidak hanya terbatas pada pemenuhan gizi rutin, tetapi juga mampu beradaptasi dalam situasi krisis guna menjaga ketahanan masyarakat saat terjadi bencana.
Baca Juga: BGN Pastikan Program MBG Tetap Berjalan di Sumatera
Salah satu contoh pengalihan dapur darurat dilakukan oleh SPPG Mekar Ayu 2 di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Pada Rabu, 31 Desember 2025, SPPG tersebut menyalurkan sebanyak 700 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi di sekitar lokasi terdampak.
Kepala SPPG Mekar Ayu 2 Gianfranca Geraldo Hendri KR menjelaskan bahwa penyaluran MBG dialihkan dari sasaran semula menyesuaikan dengan kondisi wilayah yang belum sepenuhnya pulih pascabencana.
Baca Juga: Kepala BGN: 276 SPPG di Sumatera Jadi Dapur Darurat untuk Pengungsi
“Awalnya, MBG didistribusikan kepada peserta didik, namun melihat kondisi saat ini, BGN mengarahkan penyaluran ke posko-posko pengungsian di Timang Gajah,” kata dia.
Ia menambahkan jumlah porsi MBG yang disiapkan setiap hari disesuaikan dengan akses transportasi dan ketersediaan bahan pangan. Pada Selasa, 30 Desember 2025, SPPG Mekar Ayu 2 menyalurkan 700 porsi nasi dengan menu ikan tuna ke Posko Tunyang.
Selain di Aceh, pengalihan SPPG menjadi dapur darurat juga dilakukan di sejumlah wilayah lain, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta beberapa provinsi terdampak bencana lainnya, guna memastikan pemenuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
(Sumber: Antara)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025. ANTARA/Mentari Dwi Gayati (Antara)