Iran: Setiap Langkah Militer AS Akan Dianggap Tindakan Perang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 22:00
thumbnail-author
Okky Tri Nugroho
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Setiap tindakan militer oleh AS dari sumber mana pun dan pada level mana pun akan dianggap sebagai awal perang oleh Iran Setiap tindakan militer oleh AS dari sumber mana pun dan pada level mana pun akan dianggap sebagai awal perang oleh Iran (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada Rabu, 28 Januari memperingatkan bahwa Iran akan menganggap setiap langkah militer yang diambil Amerika Serikat (AS) sebagai tindakan perang. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington seiring penguatan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Ali Shamkhani, yang juga merupakan perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran di Dewan Pertahanan. Melalui unggahan di platform media sosial X, Shamkhani merespons wacana kemungkinan aksi militer AS terhadap Iran.

Ia menyebut klaim mengenai kemungkinan “serangan terbatas” AS terhadap Iran hanyalah sebuah kiasan.

"Setiap tindakan militer oleh AS dari sumber mana pun dan pada level mana pun akan dianggap sebagai awal perang, dan responsnya akan cepat, habis-habisan, dan belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Shamkhani.

Baca juga: Ancaman Intervensi Militer AS Kian Dekati Iran

Ia menegaskan bahwa respons Iran akan diarahkan kepada pihak agresor, termasuk menyasar jantung Tel Aviv serta seluruh pendukung pihak agresor.

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada Rabu menyampaikan bahwa armada besar Angkatan Laut AS, yang dipimpin Kapal Induk Abraham Lincoln dan disebut lebih besar dibandingkan armada yang dikirim ke Venezuela, tengah bergerak menuju Iran. Trump juga memperingatkan Teheran bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan dengan AS semakin menipis.

Sebelumnya, pada Senin, 26 Januari 2026, Iran telah memperingatkan bahwa setiap bentuk agresi akan dibalas dengan respons komprehensif yang menimbulkan penyesalan.

Menanggapi ancaman Trump dalam unggahan di platform X pada Rabu, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi siaga penuh dan siap merespons setiap agresi secara cepat dan tegas.

Meski demikian, Araghchi menegaskan bahwa "pada saat yang sama, Iran selalu menyambut baik kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan, adil, dan setara, dengan kesetaraan, dan bebas dari paksaan, ancaman, maupun intimidasi, yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir damai, dan menjamin tidak adanya senjata nuklir."

(Sumber: Antara)

Sumber Antara

x|close