Ntvnews.id, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menilai kehadiran langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di wilayah terdampak bencana Aceh Tamiang menjadi dorongan psikologis yang kuat bagi pemulihan mental siswa dan tenaga pendidik.
“Langkah ini menjadi obat karena kehadiran sosok Menteri secara langsung di hari pertama sekolah menjadi buah bibir dan memberikan semangat tersendiri bagi warga sekolah yang terdampak," kata Fikri, sapaan Abdul Fikri Faqih, di Jakarta, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan Fikri sebagai respons atas langkah cepat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menangani dampak banjir yang melumpuhkan ratusan fasilitas pendidikan di wilayah Sumatera.
Menurutnya, pengalaman penanganan bencana gempa di Lombok dan Yogyakarta sebelumnya menunjukkan bahwa kehadiran fisik pejabat tinggi negara pada hari pertama sekolah pascabencana memberikan dampak moral yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar penyaluran bantuan logistik.
Baca Juga: Mendikdasmen: 18 Murid Sekolah di Aceh Belajar dalam Tenda
Ia menilai, meskipun realisasi janji revitalisasi fisik sarana pendidikan masih memerlukan proses dan waktu, langkah awal Mendikdasmen Abdul Mu’ti yang turun langsung ke lapangan patut diapresiasi karena mampu membangkitkan kembali semangat warga sekolah yang terdampak musibah.
Berdasarkan data sementara yang diperoleh Komisi X DPR RI, dari total 549 sekolah di wilayah Sumatera yang terdampak bencana, sebanyak 394 sekolah mengalami kerusakan. Rinciannya, 47 unit mengalami rusak ringan, 269 unit rusak sedang, dan 78 unit rusak berat, dengan kondisi kerusakan terparah berada di Kabupaten Aceh Tamiang.
Fikri menegaskan bahwa penanganan di Aceh Tamiang harus dijadikan tolok ukur bagi metode pemulihan pendidikan di wilayah terdampak bencana lainnya.
Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan besar dalam memulihkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang tingkat kerusakannya dinilai lebih kompleks dibandingkan sekolah umum.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX itu menjelaskan bahwa kerusakan di SMK tidak hanya menyangkut bangunan seperti tembok atau atap, tetapi juga mencakup peralatan praktik yang bersifat vital, seperti mesin bubut, mesin sekrap, dan peralatan otomotif, yang sulit digantikan dalam waktu singkat serta membutuhkan biaya besar.
Baca Juga: Hari Pertama Sekolah, Mendikdasmen Ajak Pelajar Aceh Tamiang Bangkit dan Tetap Raih Cita-cita
Sebagai solusi darurat agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti sepenuhnya, Fikri menyarankan Kemendikdasmen mengirimkan alat praktik miniatur. Ia juga menyebut telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Vokasi untuk mengerahkan tenaga ahli guna memperbaiki peralatan yang masih dapat diselamatkan.
Untuk mempercepat proses pemulihan, Fikri turut mendorong penguatan sinergi lintas kementerian, khususnya antara Kemendikdasmen, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Kementerian Dalam Negeri.
Menurutnya, kolaborasi tersebut sangat krusial mengingat kewenangan pengelolaan pendidikan yang terdesentralisasi kerap menimbulkan hambatan birokrasi, di mana pemerintah kabupaten bertanggung jawab atas jenjang SD dan SMP, sementara SMA dan SMK berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
“Tidak boleh ada barrier atau kendala birokrasi yang menghambat, semua harus jalan karena pendidikan melibatkan banyak kementerian dan lembaga sehingga sinergi mutlak diperlukan,” ucapnya.
(Sumber : Antara)
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih. ANTARA/HO-Humas DPR RI. (Antara)