Israel Siaga Tinggi Antisipasi Potensi Serangan AS ke Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jan 2026, 06:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Rencana Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza telah diterima oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sementara Hamas belum mengeluarkan tanggapan resmi. Rencana Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza telah diterima oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sementara Hamas belum mengeluarkan tanggapan resmi. (BBC)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Israel dilaporkan meningkatkan status kewaspadaan guna mengantisipasi kemungkinan aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran, seiring merebaknya gelombang demonstrasi anti-pemerintah di negara tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali melontarkan ancaman intervensi serta memperingatkan para pemimpin Iran agar tidak melakukan tindakan represif terhadap para demonstran.

Pada Sabtu lalu, Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat siap memberikan dukungan kepada warga yang turun ke jalan untuk menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kondisi ekonomi nasional.

Baca Juga: Netanyahu Ingin Israel Lepas dari Bantuan AS dalam 10 Tahun

Dilansir dari TRT World, Senin, 12 Januari 2026, sejumlah sumber yang mengikuti konsultasi keamanan di Israel menyebutkan bahwa otoritas setempat telah meningkatkan tingkat kesiapsiagaan. Namun demikian, sumber tersebut tidak memaparkan secara rinci langkah-langkah teknis yang diterapkan dalam status siaga tersebut.

Israel dan Iran sebelumnya sempat terlibat konflik bersenjata selama 12 hari pada Juni lalu, di mana Amerika Serikat turut mendukung Israel dengan melancarkan serangan udara.

Kontak Tingkat Tinggi Israel–AS

Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)

Dalam percakapan telepon yang berlangsung pada Sabtu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membahas potensi intervensi Amerika Serikat di Iran. Seorang pejabat AS membenarkan adanya komunikasi tersebut, meski tidak mengungkapkan rincian pembahasan.

Dalam wawancara yang dipublikasikan pada Jumat, Netanyahu memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi yang sangat berat apabila melakukan serangan terhadap Israel. Ia juga menyinggung kondisi domestik Iran yang tengah dilanda aksi protes.

“Sisanya, saya pikir kita perlu melihat apa yang sedang terjadi di dalam Iran,” ujar Netanyahu, merujuk pada dinamika internal yang berkembang di negara tersebut.

x|close