Trump Minta Warga Iran Terus Berdemo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jan 2026, 11:49
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py) Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaruh perhatian besar pada gelombang demonstrasi berskala luas yang terjadi di Iran. Ia secara terbuka menyerukan agar masyarakat Iran melanjutkan aksi protes tersebut.

“Para Patriot Iran, TERUS BERDEMONSTRASI - KUASAI LEMBAGA-LEMBAGA ANDA!!!... BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN,” tulis Trump dalam unggahan di platform Truth Social, seperti dilansir Reuters, Rabu, 14 Januari 2026.

Trump juga menyatakan telah membatalkan seluruh agenda pertemuan dengan pejabat Iran hingga apa yang ia sebut sebagai “pembunuhan tanpa akal sehat” terhadap para demonstran benar-benar dihentikan.

Kerusuhan yang dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi tersebut disebut menjadi tantangan domestik paling serius bagi pemerintahan ulama Iran dalam setidaknya tiga tahun terakhir. Seorang pejabat Iran sebelumnya mengungkapkan bahwa sekitar 2.000 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian protes itu.

Baca Juga: Bos The Fed Ngaku Diancam Pidana sama Trump Buntut Kebijakan Suku Bunga

Pejabat Iran yang berbicara kepada Reuters mengatakan kematian para demonstran dan aparat keamanan disebabkan oleh pihak-pihak yang ia sebut sebagai teroris. Namun, pejabat yang enggan disebutkan namanya itu tidak merinci identitas para korban.

Pada Senin, 12 Januari 2026 malam, Trump juga mengumumkan penerapan tarif impor sebesar 25 persen terhadap produk dari negara mana pun yang masih menjalin perdagangan dengan Iran. Kebijakan ini dinilai signifikan mengingat Iran merupakan salah satu eksportir minyak utama dunia.

Demo Iran <b>(Anadolu)</b> Demo Iran (Anadolu)

Selain sanksi ekonomi, Trump menyebut opsi militer turut dipertimbangkan sebagai bentuk hukuman atas tindakan keras terhadap demonstran. “kami siap siaga,” ujar Trump.

Hingga kini, Iran belum memberikan tanggapan resmi atas pengumuman tarif tersebut. Negara itu, yang telah lama berada di bawah sanksi ketat AS, diketahui mengekspor sebagian besar minyaknya ke China, dengan Turki, Irak, Uni Emirat Arab, dan India juga tercatat sebagai mitra dagang utama lainnya.

x|close