Menhaj Ingatkan Ribuan Petugas Haji Tak Main-Main, Nama Baik Negara Jadi Taruhan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jan 2026, 13:58
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memimpin apel pagi pendidikan dan pelatihan (diklat) calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu, 14 Januari 2026. ANTARA/HO-Kemenhaj Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memimpin apel pagi pendidikan dan pelatihan (diklat) calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu, 14 Januari 2026. ANTARA/HO-Kemenhaj (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan para calon petugas haji yang sedang mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan (diklat) di Asrama Haji Pondok Gede agar menjalankan tugas dengan penuh kesungguhan dan tidak bersikap main-main dalam melayani jamaah.

Peringatan tersebut disampaikan saat apel pagi yang berlangsung di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026. Dalam kesempatan itu, Menteri Haji menegaskan bahwa nama baik negara berada di pundak para petugas yang akan bertugas di Tanah Suci.

"Keberhasilan Anda melayani jamaah adalah 60 persen dari keberhasilan kami. Namun ingat, kegagalan bapak ibu sekalian, 100 persen menjadi sebab kegagalan kami," ujar Menhaj di hadapan sekitar 1.600 peserta apel.

Peserta apel tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, tenaga kesehatan, hingga jurnalis yang akan mendukung penyelenggaraan ibadah haji.

Baca Juga: Wamen Haji: Petugas Haji Harus Prioritaskan Pelayanan Jamaah, Bukan Nebeng Naik Haji

Menhaj menekankan bahwa tahun 2026 merupakan periode krusial karena menjadi tahun pertama Kementerian Haji dan Umrah mengelola penyelenggaraan haji Indonesia secara mandiri dan penuh.

Ia juga menyoroti bahwa para petugas yang saat ini mengikuti diklat merupakan individu terpilih yang telah lolos dari proses seleksi ketat dengan jumlah pendaftar lebih dari 100 ribu orang pada akhir tahun 2025.

Dalam arahannya, Menhaj menegaskan pentingnya kedisiplinan, terutama dalam hal waktu dan kepekaan terhadap kondisi jamaah selama berada di Arab Saudi. Ia tidak ingin mendengar adanya laporan petugas yang abai atau tidak responsif terhadap kebutuhan jamaah.

Baca Juga: Kuota Petugas Haji dari TNI–Polri Akan Ditambah Atas Perintah Presiden

"Negara harus hadir dalam setiap situasi jamaah. Anda adalah wakil negara," kata Menhaj.

Penegasan tersebut selaras dengan evaluasi penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya, di mana kedisiplinan petugas di titik-titik krusial seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) kerap menjadi sorotan.

Pada proses seleksi petugas haji Desember 2025, Kementerian Haji dan Umrah telah memperketat mekanisme seleksi melalui penerapan Computer Assisted Test (CAT) serta wawancara psikologi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan petugas yang terpilih tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mentalitas pelayanan yang kuat.

Selain itu, pada penyelenggaraan haji 2026, rasio jumlah petugas dibandingkan jamaah juga ditingkatkan guna memastikan respons cepat dan pelayanan yang lebih optimal di lapangan.

(Sumber: Antara) 

x|close