Hotman Paris Bela Timothy Ronald, Sindir Peserta Kelas Kripto yang Mau Kaya Instan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jan 2026, 17:27
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Hotman Paris Hotman Paris (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Kasus dugaan penipuan investasi kripto yang menyeret nama influencer Timothy Ronald turut menarik perhatian pengacara ternama Hotman Paris Hutapea. Namun, Hotman tidak menyoroti substansi laporan hukum secara langsung, melainkan mengkritik ekspektasi para peserta kelas trading yang merasa dirugikan.

Nama Timothy Ronald menjadi sorotan publik setelah dilaporkan oleh seorang pelapor berinisial Y ke Polda Metro Jaya pada Senin, 12 Januari 2026. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penipuan investasi kripto usai pelapor mengikuti kelas yang diselenggarakan Timothy.

Menanggapi polemik tersebut, Hotman Paris justru menyindir pola pikir peserta yang berharap menjadi kaya raya secara instan setelah mengikuti kursus berbayar. Ia menggambarkan kekecewaan peserta yang merasa hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan harapan mereka.

"Kenapa kamu Timothy Ronald? Saya sudah ngikutin kursus kamu, kelas kamu. Tentang bitcoin, tentang bagaimana model bitcoin dan sebagainya. Saya sudah bayar uang kursus, tapi kenapa saya belom kaya seperti Hotman Paris?" kata Hotman Paris seperti dikutip dari Instagramnya yang tayang pada Rabu, 14 Januari 2026.

Baca Juga: Viral Curhat Warga Lumajang Minta Gunung Semeru Dipindahkan Gegara Trauma Erupsi

Menurut Hotman, anggapan bahwa mengikuti kelas trading dapat menjamin kekayaan adalah pemahaman yang keliru. Ia menilai peserta terlalu berharap keuntungan tanpa menyadari bahwa proses menuju sukses membutuhkan perjuangan panjang.

"Mereka berharap dengan mengikuti kursus akan bisa jadi kaya raya akan untung dalam setiap transaksi bitcoin. Mereka tidak tahu bahwa semua harus dengan perjuangan. Hotman mendapatkan ini setelah 43 tahun berjuang berdarah-darah," ujarnya.

Ia mengingatkan agar kekecewaan tidak diluapkan dengan cara yang salah, termasuk membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

"Ingat mimpi harus diwujudkan dengan perbuatan. Jangan marah-marah kalau mimpi kau belum terkabul, jangan laporin polisi kalau mimpi kau belum terkabul. Malah nanti nasibmu makin kacau," pungkasnya.

Selain itu, Hotman menegaskan bahwa Timothy Ronald bukan pelaku penipuan investasi. Menurutnya, Timothy tidak menjual produk investasi maupun menghimpun dana dari peserta.

Baca Juga: Cek Fakta: Purbaya Setop MBG Saat Ramadhan

"Halo yang nyinyir-nyinyir, lu ngerti enggak sih, Timothy itu tidak jual barang, Timothy itu tidak terima uang investasi. Timothy itu bukan investasi bodong, dia hanya menjual kelas," katanya seperti dikutip dari Instagram Hotman Paris yang tayang pada Selasa (13/1/2026).

Hotman menjelaskan bahwa Timothy hanya menyelenggarakan kursus online yang berisi materi pembelajaran tentang bitcoin, mulai dari analisis hingga strategi transaksi.

"Ibaratnya menyelenggarakan kursus online dan tentang bitcoin. Modul-modulnya gimana, analisanya gimana. Jadi, dia hanya memberikan pelajaran, kursus tentang bitcoin, analisanya dan sebagainya. Enggak beda dengan kursus bahasa Inggris kamu, enggak beda dengan kursus pengacara. Pilihan di tanganmu, jadi di mana nipunya kalau misalnya kursus online satu tahun," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keputusan menerapkan materi sepenuhnya berada di tangan peserta, termasuk risiko kerugian yang mungkin timbul.

Baca Juga: Hakim Ad Hoc Ngadu ke DPR, Tunjangan 13 Tahun Tak Berubah

"Saya dengar dia 17 juta setahun (biaya kelas online), bukunya berdasarkan analisanya itu. Kau membeli bitcoin dan rugi. Ya salah kamu, kok pidananya di mana sih," ujarnya.

Menurut Hotman, tidak ada unsur pidana dalam kasus ini. Ia juga menyindir pihak-pihak yang menuding Timothy sebagai penipu karena dilandasi rasa iri terhadap kesuksesannya.

"Bener-bener rakyat ini makin parah, lu jangan iri dong melihat kesuksesan orang. Siapa bilang dia tidak sukses ya, yang jelas dia jauh lebih kaya dari sebagian besar kamu," kata Hotman.

"Walaupun dia sobat saya bukan berarti saya mendukung yang tidak benar. Intinya kalau lu belajar masuk sekolah, kursus atau tidak dan teorinya kau terapkan, pilihan di tangan kamu. Kalau kau masuk kelas onlinenya si Timothy dan dengan teori-teori itu kau beli bitcoin ternyata kau rugi, ya bukan salah Timothy dong, haduuh. Heran," pungkasnya.

x|close