Dialog Prabowo dengan Rektor dan Guru Besar di Istana Digelar Tertutup

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jan 2026, 12:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa dialog Presiden Prabowo Subianto bersama para rektor dan guru besar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis pagi, dilaksanakan secara tertutup.

“Mohon maaf, kali ini memang agendanya tertutup, karena banyak hal yang memang mau dibicarakan secara teknis oleh Bapak Presiden dengan para rektor dan para guru besar.,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari tugas Presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan untuk berdiskusi dan menyampaikan pandangan mengenai kondisi nasional, dinamika geopolitik global, serta rencana-rencana strategis pemerintah ke depan.

Baca Juga: BPOM Ungkap 26 Kosmetik Berbahaya yang Berisiko Ganggu Ginjal, Ada Produk Daviena

Menurut Prasetyo, dialog itu dihadiri sekitar 1.200 undangan yang terdiri atas rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas utama, karena pendidikan dipandang sebagai fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Langkah tersebut, lanjutnya, sejalan dengan upaya pemerintah mengejar target swasembada pangan dan swasembada energi, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Kita pahami bahwa pendidikan adalah salah satu pondasi dan faktor kunci. Jadi selain kita mengejar dan bekerja keras mencapai swasembada pangan, swasembada energi, maka salah satu pondasi utamanya adalah sumber daya manusia, baik sekarang maupun ke depan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi <b>(NTVnews)</b> Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)

Prasetyo juga memaparkan sejumlah isu yang dibahas dalam dialog tersebut. Salah satunya adalah percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga dokter nasional yang hingga kini masih kekurangan lebih dari 100.000 orang.

Selain itu, pertemuan tersebut turut menyinggung upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi, baik dari sisi kualitas dosen maupun ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.

Baca Juga: Pakar Ungkap Dampak Penghentian Insentif, Harga Kendaraan Listrik Terancam Naik

Tak hanya itu, pemerintah juga tengah mengkaji langkah-langkah untuk menekan beban operasional perguruan tinggi negeri, agar kampus dapat berkembang dan meningkatkan mutu tanpa menambah beban biaya bagi masyarakat dan mahasiswa.

“Kalau memungkinkan kita sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa,” katanya.

TERKINI

Israel Batasi Akses Ramadhan di Al-Aqsa

Luar Negeri Kamis, 19 Feb 2026 | 06:45 WIB

Trump Sampaikan Ucapan Ramadan untuk Umat Muslim

Luar Negeri Kamis, 19 Feb 2026 | 06:32 WIB

Istana Tegaskan Tak Ada Rencana Revisi UU KPK

Nasional Kamis, 19 Feb 2026 | 05:50 WIB

Xi Jinping Kirim Kartu Imlek ke Sahabatnya di Amerika Serikat

Luar Negeri Kamis, 19 Feb 2026 | 05:30 WIB

Prabowo Dijadwalkan Hadiri KTT Dewan Perdamaian 19 Februari di AS

Luar Negeri Kamis, 19 Feb 2026 | 05:20 WIB

AS Kerahkan Lebih dari 50 Jet Tempur ke Timur Tengah

Luar Negeri Kamis, 19 Feb 2026 | 05:00 WIB

Kronologis Tewasnya Pemotor Wanita di Pesing

Metro Kamis, 19 Feb 2026 | 04:50 WIB
Load More
x|close