Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Sinergi Tekan Stunting di Minahasa Selatan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jan 2026, 16:55
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, S.H., dengan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., yang berlangsung di Kantor Pusat Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, pada Rabu, 14 Januari 2026. Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, S.H., dengan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., yang berlangsung di Kantor Pusat Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, pada Rabu, 14 Januari 2026. (Kemendukbangga/BKKBN)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Minahasa Selatan dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting yang masih berada di atas target nasional.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Minahasa Selatan tercatat sebesar 28,1 persen. Angka tersebut menunjukkan perlunya penguatan langkah strategis dan kolaboratif untuk menekan kasus stunting di wilayah tersebut.

Meski demikian, Minahasa Selatan dinilai memiliki fondasi yang kuat untuk melakukan percepatan penurunan stunting. Hal itu tercermin dari keberhasilan daerah tersebut meraih Penghargaan Kampung Keluarga Berkualitas Terbaik Tingkat Nasional, yang menandakan adanya komitmen dan praktik baik di tingkat lokal.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, S.H., dengan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., yang berlangsung di Kantor Pusat Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, pada Rabu, 14 Januari 2026. Pertemuan itu membahas penguatan sinergi pelaksanaan program prioritas Kemendukbangga/BKKBN di Minahasa Selatan.

Baca Juga: Mendukbangga: Program GENTING dan MBG Bersinergi Percepat Penurunan Stunting di Indonesia

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., yang berlangsung di Kantor Pusat Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, pada Rabu, 14 Januari 2026. <b>(Kemendukbangga/BKKBN)</b> Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., yang berlangsung di Kantor Pusat Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, pada Rabu, 14 Januari 2026. (Kemendukbangga/BKKBN)

Baca Juga: Mendukbangga Sebut Program MBG Dorong Penurunan Stunting di Jawa Barat

Dalam audiensi tersebut, Wamen Isyana menegaskan bahwa penurunan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial dan memerlukan kerja sama lintas sektor. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan prioritas nasional dalam mewujudkan visi pembangunan Presiden, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang harus dimulai sejak usia dini.

Ia menekankan bahwa stunting merupakan persoalan multidimensi yang tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi semata.

“Pencegahan stunting kan bukan hanya dari gizinya saja, tapi faktor-faktor pendukung pun juga bisa menyebabkan seorang anak stunting” tegasnya.

Baca Juga: Mendukbangga Tegaskan MBG dalam Kantong Plastik Tak Boleh Terulang

Oleh karena itu, pendekatan penanganan stunting harus mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan, sanitasi, pola asuh, hingga lingkungan sosial keluarga. Salah satu langkah konkret yang terus didorong Kemendukbangga/BKKBN adalah Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam pendampingan keluarga berisiko stunting.

Kabupaten Minahasa Selatan sendiri telah mengimplementasikan Program GENTING, bahkan dicontohkan langsung oleh kepala daerah. Bupati Minahasa Selatan juga menginstruksikan seluruh jajarannya untuk terlibat aktif sebagai Orang Tua Asuh (OTA).

“Saya sudah perintahkan ke jajaran, saya katakan di Kecamatan, di Kelurahan, Kepsek, instruksi wajib menjadi OTA” ungkap Bupati Franky.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat percepatan penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi masa depan di Kabupaten Minahasa Selatan.

x|close