Ntvnews.id, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Jembatan yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto dan dipimpin TNI Angkatan Darat (AD) mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan.
Program percepatan pembangunan jembatan gantung yang ditargetkan menjangkau hingga 300 ribu titik di seluruh pelosok negeri ini mulai berjalan, ditandai dengan rampungnya sejumlah jembatan yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat dan anak sekolah.
Salah satu proyek yang telah rampung adalah jembatan gantung di Sungai Bok Pendem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Jembatan dengan panjang 40 meter dan lebar 1,2 meter itu kini telah dapat dimanfaatkan warga, menghubungkan Desa Keling dengan Desa Kelampisan yang telah lama terpisah oleh aliran sungai.
Dengan rampungnya jembatan tersebut, mobilitas masyarakat dari kedua desa kini menjadi lebih lancar. Jembatan ini juga dilengkapi dengan pagar pengaman guna menunjang keselamatan warga yang melintas.
Keberadaan jembatan Bok Pendem menjadi jawaban atas harapan warga yang telah menanti sarana penyeberangan antardesa selama puluhan tahun.
Sebelumnya, memang sempat terdapat jembatan di lokasi tersebut, namun kondisinya rusak berat dan tidak lagi dapat digunakan. Bahkan, kerusakan itu telah terjadi sejak sebelum tahun 1980.
Sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan, warga setempat menggelar doa bersama dan selamatan saat TNI AD memulai proses pembangunan jembatan pada 14 Desember 2025. Berkat doa warga serta kerja sama antara TNI dan berbagai unsur masyarakat, jembatan tersebut akhirnya rampung hanya dalam hitungan hari.
Keberadaan infrastruktur penghubung ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh warga menuju berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari lahan pertanian, sekolah, hingga pasar. Sebelumnya, warga harus memutar melalui jalan besar dengan jarak yang jauh untuk mencapai tujuan mereka.
Pembangunan jembatan gantung Bok Pendem juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pemenuhan akses dasar masyarakat di wilayah terpencil, khususnya daerah-daerah yang selama ini masih bergantung pada jalur penyeberangan tradisional yang rawan membahayakan keselamatan, terutama saat musim hujan dan debit sungai meningkat.
Baca Juga: Penampakan Jembatan Gantung Lo Pasir, Nadi Baru Aktivitas Warga Banyumas
Potret Jembatan Gantung Bok Pendem, Hubungkan Kembali Dua Desa yang Terputus Selama Puluhan Tahun (dok)