4 Bocah di Tangsel Diduga Dicabuli Kerabat-Tetangga

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Feb 2026, 15:30
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi pencabulan anak. (Antara) Ilustrasi pencabulan anak. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Empat bocah di bawah umur di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) jadi korban pencabulan. Para korban dicabuli oleh kerabat atau tetangga mereka sendiri.

Pelaku berinisial EZI, yang masih berusia 18 tahun. Sementara korban, antara lain A (11), I (5), M (3), dan JO (8).

A, I, dan M merupakan kerabat EZI. Sementara JO, merupakan tetangga pelaku. Para korban dicabuli di sebuah rumah kontrakan yang ada di wilayah Serpong Utara, Kota Tangsel.

Menurut ibu dari tiga korban, H aksi pelaku terungkap pada awal Februari 2026. Kala itu pihak sekolah memanggil orang tua untuk memberikan penjelasan terkait kejadian yang dialami dua anak yang jadi korban aksi pelaku.

Baca Juga: Lakukan Pencabulan, ASN Kemenag Banten Dituntut 10 Tahun Penjara

H mengaku, ia mulanya tak curiga kala anaknya mengeluh sakit pada bagian anus. Ia mengira hal tersebut terjadi karena sakit pencernaan saja.

"Saya pikir sakit biasa. Nggak kepikiran yang aneh-aneh," ucapnya.

Walau begitu, kata H, sakit itu berulang. Tapi tetap, H belum menaruh curiga atas penyakit tersebut.

Seusai itu, informasi awal terbongkar saat salah satu siswa yang juga tinggal di lingkungan yang sama, datang ke sekolah dengan kondisi leher kemerahan. Guru yang curiga lantas bertanya kepada siswa itu.

"Awalnya anak itu bilang bercanda, tapi guru merasa janggal dan membawa mereka ke ruang kepala sekolah," kata H.

Di ruangan, anak-anak akhirnya mengaku bahwa mereka diminta melakukan tindakan tak pantas oleh seseorang. Mereka juga menyebut sempat diberi minuman yang dicampur sesuatu sebelum kejadian.

Menurut H, berdasarkan keterangan yang ia dengar, perilaku tersebut diduga telah terjadi lebih dari satu kali. Khususnya terhadap anaknya yang berusia lima tahun.

Berdasarkan pengakuan sang anak, mereka merasa takut bilang ke orang tuanya gara-gara mendapat ancaman. "Katanya kalau berontak dibekap badannya," kata dia.

H sempat mendatangi keluarga untuk meminta penjelasan. Pelaku disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan dirinya.

Karena tak mendapatkan penyelesaian, tetangga yang juga orang tua korban lalu membuat laporan polisi ke Polres Tangsel. H berharap agar kepolisian bisa menuntaskan kasus ini.

x|close