Ntvnews.id, Jakarta - Juang Kencana bersama Organisasi Pensiunan Indonesia Kementerian/Lembaga (OPI-KL) serta Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), menyelenggarakan perayaan Natal 2025 bersama, Sabtu, 24 Januari 2026. Hadir dalam perayaan tersebut, Staf Ahli Bidang Hukum, Kelembagaan dan Reformasi Birokrasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, Victor H. Siburian.
Menurut Victor, program-program Kemendukbangga juga terkait dengan para pensiunan aparatur sipil negara (ASN) tersebut.
Baca Juga: Legislator DPRD Jakarta Kritik Kebijakan Penanganan Banjir Gubernur Pramono
"PWRI di kesempatan hari ini merayakan Natal di kelompok mereka, di kesatuan mereka. Kita tahu PWRI ini adalah sebagai wadah yang menyatukan bapak-ibu senior kita yang sudah pensiun dari ASN. Nah ini sehubungan dengan sangat terkait juga dengan tugasnya Kemendukbangga atau BKKBN," ujar Victor kepada wartawan, aula BPSDM Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Selatan.
"Kenapa? Program-program di BKKBN kalau kita melihat itu adalah siklusnya, siklus hidup. Mulai dari mempersiapkan kelahiran, seterusnya sampai dengan ketika usia sudah lansia," imbuhnya.
Kemendukbangga, menurut Victor sangat berterima kasih kepada PWRI. Karena sudah mendukung program yang selama ini pihaknya jalankan.
"Bahwa lansia itu harus tetap berdaya dan tangguh. Di masa tuanya lansia itu harus tetap produktif. Nah ini yang menjadi program dari Kemendukbangga/BKKBN," tuturnya.
Ibadah Natal yang digelar Juang Kencana, OPI-KL dan PWRI. (NTVNews.id)
"Dan itu yang dijalankan oleh PWRI, sebagaimana kita dengar tadi, sambutan baik oleh Ketua Panitia maupun Ketua PWRI," lanjut Victor.
Apalagi, kata Victor, Kemendukbangga/BKKBN memiliki program yang selaras dengan para pensiunan ASN, yakni Sekolah Lansia Tangguh (Selantang). Program itu merupakan pendidikan non-formal untuk meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif (SMART) melalui materi kesehatan, keagamaan, sosial, budaya, dan kewirausahaan, dengan tujuan lansia bisa berdaya, bahagia, serta berkontribusi di usia senja.
Program ini bagian dari 5 Menu Lansia Berdaya (Sidaya).
"Jadi artinya kolaborasi antara PWRI dengan Sekolah Lansia yang menjadi program unggulan Kemendukbangga/BKKBN ini sering sejalan, saling men-support. Karena memang Kemendukbangga/BKKBN itu memang menggerakkan para pihak untuk sama-sama. Jadi harus kolaborasi dengan siapa pun itu, termasuk dengan PWRI yang kita hadiri Natal-nya hari ini," jelas dia.
Lebih lanjut, Victor mengucapkan selamat Natal bagi pengurus dan anggota Juang Kencana, OPI-KL maupun PWRI.
"Kita mengucapkan selamat Natal dulu buat umat yang merayakan dan selamat tahun baru," jelasnya.
Ketua Umum PB PWRI Prapto Hadi menyampaikan sambutan. (NTVNews.id)
Sementara, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PWRI, Prapto Hadi mengajak para pensiunan ASN tersebut untuk terus bergerak ke depan, tanpa terhalang batasan usia. Sekaligus, ia mengajak mereka semua untuk memohon lindungan-Nya.
"Maka dengan tidak memandang umur, kita tetap berjalan terus untuk maju ke depan. Sambil berharap, memohon Tuhan hadir di tengah-tengah kita, mengulurkan tangannya, kasih sayangnya dalam keluarga PWRI," ujarnya.
Prapto menegaskan, dirinya sangat menghormati anggota dan pengurus PWRI. Sebab mereka memiliki peran besar, meski saat ini sudah purnatugas.
"Dan sampai sekarang saya menyampaikan lebih hormat lagi. Karena tanpa bapak-ibu semua, keberlanjutan, estafet regenerasi tidak akan berjalan," jelasnya.
Adapun sejumlah kegiatan digelar dalam acara dengan Ketua Panitia Pos Hutabarat itu. Mulai dari ibadah dan doa bersama, perayaan Natal, hingga door prize. Para pengurus dan anggota organisasi tersebut nampak senang dengan kegiatan itu. Bukan cuma anggota dan pengurus Juang Kencana, OPI-KL dan PWRI yang beragama Nasrani saja yang hadir, tapi yang Muslim juga berpartisipasi.
Staf Ahli Bidang Hukum, Kelembagaan dan Reformasi Birokrasi Kemendukbangga/BKKBN, Victor H. Siburian. (NTVNews.id)